BEKASI.POJOKSATU.id – Mantan admin judi online asal Bekasi, Febby Febriadi (27 tahun), mengungkap sisi gelap dunia kerja ilegal di Kamboja. Ia menyebut ada ruangan khusus untuk penyiksaan fisik bagi karyawan yang dianggap melanggar aturan atau gagal memenuhi target perusahaan.
“Teman saya disetrum dan tidak diberi makan selama tiga hari karena dituduh mencuri uang perusahaan,” ungkap Febby, Jumat, 25 April 2025..
Meski membantah adanya praktik perdagangan organ maupun manusia, Febby menegaskan kekerasan fisik adalah hal yang umum terjadi. Ia menyebut perusahaan memiliki algojo khusus untuk melakukan penyiksaan terhadap karyawan bermasalah.
Baca Juga: Terjebak Jadi Admin Judi Online di Kamboja, Warga Bekasi Harus Tebus Rp23 Juta Agar Bisa Pulang
“Pernah ada yang meninggal karena disiksa—disetrum, dikurung, dan tidak diberi makan. Disimpan di ruangan tertutup,” kata dia.
Peristiwa tersebut memicu ketakutan dan tekanan mental di kalangan pekerja. Febby mengaku banyak rekannya mengalami gangguan psikologis setelah menyaksikan langsung penyiksaan tersebut.
“Yang biasanya duduk sebelah kita, bercanda bareng, tiba-tiba hilang karena disiksa. Itu bikin mental banyak orang runtuh,” kata dia memungkas.***




