POJOKSATU.id - Siapa yang tidak ingin anaknya bersekolah negeri? Banyak motivasi orang tua memasukkan anaknya ke sekolah negeri.

Selain biaya yang lebih ringan, sekolah negeri tertentu membawa prestise, apalagi dengan label 'sekolah favorit' yang nyatanya belum hilang dengan penerapan sistem zonasi.

Di SMAN 18 Kota Bekasi yang berada di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, ada 7 wali murid yang sudah telanjur membayar uang.

Baca Juga: KCD Sebut Ada 2 Oknum Jadi Calo Peserta Didik di SMAN 18 Kota Bekasi

Tetapi, hingga kini tidak ada kejelasan anak mereka diterima di sana atau tidak. Sosok yang mengaku bisa mengatur itu semua pun sudah entah di mana.

Salah seorang orang tua siswa, Doni, mengaku telah mengeluarkan Rp10 juta agar anaknya bisa diterima di SMAN 18 Kota Bekasi.

Doni tergiur membayar uang itu karena seorang Staf Tata Usaha (TU) sekaligus Operator PPDB bernama Asep menjanjikan dapat memasukkan anaknya menjadi siswa sekolah tersebut.

Doni awalnya ditawari oleh Suhadi, 63 tahun, satpam sekolah yang kini telah dipecat karena terseret kasus itu.

"Saya tidak mengetahui Asep pada awalnya, hanya mengenal Pak Suhadi bahwa SMAN 18 Kota Bekasi masih menampung para siswa dengan syarat membayar uang," tutur dia.

Doni ingat betul bahwa Asep yang menjamin dan bertanggung jawab memasukkan anaknya di sekolah itu. Bahkan, dia mengatakan Asep tidak tinggal jauh dari kediamannya.

Setelah uang diserahkan lewat Suhadi, Doni bertemu Asep dan mendapat janji bahwa anaknya dipastikan masuk SMAN 18 Kota Bekasi.

Baca Juga: Praktik Curang Masuk SMAN 18 Kota Bekasi, Polisi Belum Terima Laporan Korban

“Saya sudah ketemu Asep beberapa kali saya sampaikan saya orang sini (tetangga Asep) bagaimana anak saya, ‘oh aman’ katanya,” ujar Doni.

Asep juga menjanjikan akan melakukan pertemuan dengan pihak sekolah pada bulan Juni 2023. Akan tetapi, sampai saat ini pertemuan tersebut tidak kunjung terwujud dan bahkan Asep saat ini menghilang tidak lagi terdengar kabarnya.

“Hari Sabtu (bulan Juli 2023) katanya mau ada pertemuan dengan sekolah. Nah saya WA dia (Asep), (balasan Asep) dia WA ke saya informasi dari ibu belum bisa hari ini, tapi tidak menjelaskan ibu itu siapa,” terang Doni.

Sampai saat ini, satupun pihak sekolah SMAN 18 Kota Bekasi enggan memberikan komentar terkait adanya dugaan pungli PPDB Online tersebut.***