POJOKSATU.id - Keberadaan Stasiun Pengumpul Gas di dekat permukiman penduduk sebenarnya tidak terlalu berterima di tengah masyarakat.
Beberapa warga mengaku resah terhadap keberadaan tempat kerja sama operasi (KSO) Pertamina EP dan PT Migas Kota Bekasi tersebut.
Semenjak keberadaan PT Migas Kota Bekasi di wilayah tersebut, air menjadi tercemar dan mengeluarkan bau gas yang sangat menusuk karena adanya kebocoran gas di lingkungan.
Baca Juga: 6 Fakta Insiden Ledakan di Stasiun Pengumpul Gas PT Migas Kota Bekasi
Salah seorang warga setempat, Heni Srinovita, membenarkan hal tersebut.
"Semenjak perusahaan tersebut melakukan kegiatan di lingkungan sini, jadi lingkungan yang terdampak seperti air yang tercemar dan berubah warna," ungkap Heni kepada wartawan bekasi.pojoksatu.id, Sabtu, 26 Agustus 2023.
Heni menegaskan masyarakat setempat yang tinggal dekat dengan perusahaan hanya ingin hidup aman dan nyaman, tidak seperti saat ini.
"Maunya sih tidak merugikan dan membuat nyaman selama tinggal di sini," kata Heni.
Baca Juga: 79 Rumah Warga Rusak Akibat Ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Pertamina dan PT Migas Kota Bekasi
Keluhan warga bukannya hanya sebatas di obrolan, tetapi sudah disampaikan lewat forum resmi.
Kendati demikian, tidak pernah ada respons sesuai harapan warga setempat.
"Bahkan ini kan niatnya ada pengeboran selanjutnya ini Mas, terus kita sudah mengikuti rapat-rapat di forum warga banyak warga yang mengeluh dari pengeboran pertama," tutur dia.
"Itu sudah kita sampaikan namun tidak sesuai dengan harapan masyarakat yang ada di sini," demikian kata Heni.***




