BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mengkaji berbagai kelemahan dan kekurangan yang belum terpenuhi selama masa kepemimpinan Tri Adhianto Tjahyono dan Abdul Harris Bobihoe. Tri menyampaikan evaluasi ini saat memberikan motivasi dalam apel pagi ASN di lingkungan Pemkot Bekasi, Senin, 23 Juni 2025.
"Masih banyak harapan warga yang belum kita wujudkan. Oleh karena itu, hal-hal yang menjadi harapan masyarakat harus menjadi kewajiban kita sebagai pelayan publik untuk dapat kita penuhi," ujar Tri kepada awak media.
Baca Juga: 100 Hari Kerja Tri-Harris Diapresiasi, Tapi Bidang Ekonomi dan Ketenagakerjaan Jadi PR Besar
Tri menekankan bahwa dalam lima tahun ke depan, sejumlah pekerjaan besar masih harus diselesaikan, khususnya dalam aspek pembangunan fisik dan infrastruktur. Salah satu contohnya, kata dia, adalah perbaikan jalan dan penanganan banjir yang belum optimal.
"Kalau dilihat dari capaian kerja, kita belum sepenuhnya bekerja maksimal. Kegiatan fisik baru akan dimulai pada awal Juli nanti. Sementara masyarakat masih menghadapi jalan rusak, genangan, dan potensi banjir karena saluran yang belum tertangani," ucap Tri.
Lebih lanjut, Tri mengungkapkan tiga isu utama yang masih menjadi tantangan besar di Kota Bekasi, yakni pendidikan, ekonomi, dan lapangan pekerjaan.
Baca Juga: Pencurian Pelat Monumen, Sejarawan Desak Pemkot Bekasi Pasang CCTV di Situs Bersejarah
"Bukan hanya soal pendidikan, tapi juga bagaimana ekonomi bisa pulih dan bagaimana kita membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga Kota Bekasi," jelas dia.
Ia berharap, seluruh aparatur Pemkot Bekasi dapat terus berbenah dan bekerja lebih optimal untuk menjawab tantangan serta memenuhi harapan masyarakat Kota Patriot.***




