BEKASI.POJOKSATU.id - Di tengah aksi unjuk rasa yang digelar ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Istana Presiden, Jakarta, Kamis, 17 Juli 2025, puluhan driver ojol di Kota Bekasi justru tetap beroperasi dan memilih mencari penumpang seperti biasa.
Aksi yang digelar di Jakarta membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penolakan status ojol sebagai buruh atau pekerja, penolakan terhadap opini potongan pendapatan driver hanya 10 persen, dan desakan agar Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) sebagai payung hukum bagi profesi ojek online.
Meski tidak ikut turun ke jalan, para driver di Bekasi tetap menyuarakan dukungannya terhadap aspirasi yang dibawa dalam aksi tersebut.
Salah satu pengemudi ojol di Bekasi, Abdul Rohman, mengaku tidak bisa ikut demo karena kebutuhan ekonomi keluarganya yang mendesak.
"Saya narik bukannya tidak mendukung, tapi saya masih mempunyai tuntutan di rumah," ujar Abdul saat ditemui Pojokbekasi di kawasan Margahayu, Kamis, 17 Juli 2025.
Abdul menegaskan bahwa ia sepenuhnya mendukung apa yang diperjuangkan oleh rekan-rekannya di Jakarta. Ia pun berharap pemerintah benar-benar mendengar suara para pengemudi yang selama ini menjadi tulang punggung sektor transportasi daring.
Baca Juga: Kejari Kota Bekasi Musnahkan Barang Bukti 74 Perkara, Termasuk Narkotika dan Senjata Api
"Sangat mendukung apa yang menjadi tuntutan pengemudi ojol hari ini di Jakarta. Sebagai mitra pengemudi, kami tidak boleh dipermainkan aplikator dan harus dilindungi," tegasnya.
Para pengemudi ojol berharap ke depan ada regulasi jelas yang melindungi hak-hak mitra pengemudi, termasuk sistem potongan, asuransi kerja, hingga batasan sanksi sepihak dari pihak aplikator.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa pengunjuk rasa di Jakarta.***




