BEKASI.POJOKSATU.id – Kondisi tumpukan sampah kembali ditemukan di aliran Kali Kapuk, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. Sampah seperti kayu, plastik, dan styrofoam menyumbat aliran air, menimbulkan kekhawatiran warga akan ancaman banjir dan penyebaran penyakit.

Warga menyebutkan bahwa sampah terbawa arus saat debit air meningkat dan akhirnya menumpuk di bawah jembatan. Dampaknya, aliran kali terganggu dan memicu banjir setinggi lutut orang dewasa.

“Sudah beberapa kali dibersihkan, pakai beko dan tim katak. Tapi sampah tetap datang lagi,” ujar David (48 tahun), warga setempat, Rabu, 23 Juli 2025.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Pastikan Tak Menemukan Beras Oplosan Di Kota Bekasi

David juga mengeluhkan bau tak sedap, banyaknya nyamuk, hingga munculnya keluhan gatal-gatal akibat sampah tersebut. Warga pun mendesak adanya penanganan yang lebih serius dari pihak pemerintah.

Sebagai respons, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi bersama UPTD Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Medansatria telah mengerahkan tim pematusan untuk mengangkat tumpukan sampah sejak Kamis, 24 Juli 2025.

Camat Medansatria, Widy Tiawarman, menyatakan bahwa Pemkot Bekasi sedang melakukan normalisasi Kali Kapuk sebagai upaya jangka panjang untuk mencegah banjir. Pekerjaan ini dimulai sejak Selasa, 22 Juli 2025, dengan menggunakan alat berat.

“Normalisasi akan dilakukan menyeluruh sampai ke perbatasan Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi,” ungkap dia.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Naik 42 Persen, DPRD Bekasi Desak Anggaran Perlindungan Masuk Mandatory Spending

Selain pembersihan, pemerintah juga akan melacak asal usul sampah serta menertibkan bangunan liar dan pedagang kaki lima di sepanjang bantaran kali.***