BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Bekasi pada Kamis 12 Februari 2026 dini hari memaksa 70 warga Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengungsi.
Kenaikan Tinggi Muka Air Kali Bekasi yang terjadi saat warga masih terlelap membuat proses evakuasi dilakukan dalam kondisi darurat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Iman Setia Gunawan, mengatakan genangan air terjadi akibat cuaca mendung disertai peningkatan debit sungai.
Baca Juga: Luapan Kali Bekasi Rendam Ratusan Rumah di Margahayu, Warga Evakuasi Barang
Sejumlah titik bahkan mencatat ketinggian air hingga 180 sentimeter di dataran terendah.
“Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak genangan banjir dengan ketinggian bervariasi, akibat kondisi cuaca mendung dan peningkatan debit air sungai,” ujar Iman.
Di Kampung Lebak, air mulai merendam permukiman dengan ketinggian 30 hingga 70 sentimeter.
Baca Juga: Wawali Bekasi Titip Pesan ke Atlet, Siap Hadapi Persaingan Golf Porprov Jabar di Depok
Namun pada pembaruan pukul 02.03 WIB, TMA di dataran tertinggi mencapai 120 sentimeter dan di titik terendah menyentuh 180 sentimeter.
Kondisi itu membuat warga, terutama kelompok rentan, harus segera dievakuasi.
Data BPBD mencatat 70 jiwa mengungsi, terdiri dari lansia, ibu-ibu, anak-anak, hingga balita.
Baca Juga: Gedung Limbah dan Restoran Dieksekusi PN Cikarang, Usaha di Atas Lahan Sengketa Berakhir
Mereka dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu air surut.
Petugas gabungan dari BPBD, unsur relawan, serta aparat terkait disiagakan untuk membantu proses evakuasi dan pemantauan.
“Petugas gabungan masih bersiaga di lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, membantu warga, serta mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan,” jelas Iman.
Selain Teluk Pucung, sejumlah wilayah lain turut terdampak, seperti Gang Mawar di Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, dengan ketinggian air dilaporkan berkisar antara 10 hingga 170 sentimeter.
Di Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, genangan sempat mencapai 100 sentimeter sebelum berangsur turun menjadi 90 sentimeter pada pukul 03.23 WIB.
Baca Juga: Hujan dan Debit Kali Bekasi Naik, Banjir Serbu Permukiman Sejak Tengah Malam
Meski beberapa titik menunjukkan tren penurunan pada pagi hari, BPBD memastikan kesiapsiagaan tetap dilakukan selama 24 jam.
Pengawasan difokuskan pada wilayah dengan riwayat genangan tinggi dan daerah yang berada di bantaran sungai.
Iman menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan debit air dan cuaca untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Baca Juga: Pelantikan PGI Depok, Wawali Bekasi Dorong Kolaborasi Majukan Golf Jawa Barat
“Secara umum, kondisi genangan di beberapa titik mulai menunjukkan tren penurunan. Namun kami tetap siaga penuh,” katanya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan bantaran Kali Bekasi masih rawan terdampak banjir saat debit air meningkat.
Warga diimbau tetap waspada, terutama pada malam hingga dini hari ketika kenaikan air kerap terjadi tanpa disadari.***




