BEKASI.POJOKSATU.id – Petugas masih berjibaku mengevakuasi korban terjepit di gerbong Commuter Line (KA 5568A) yang ditabrak Argo Bromo Anggrek (KA 4B) dari arah belakang, Senin malam, 27 April 2026.
Berdasarkan informasi yang didapat di lapangan, Commuter Line (KA 5568A) tersebut terhenti di Stasiun Bekasi Timur lantaran ada Commuter Line (KA 5181) lain yang mengalami kecelakaan dengan mobil.
Gambar yang didapat Redaksi dari berbagai sumber pada awal-awal kecelakaan terjadi memperlihatkan taksi GreenSM berpelat nomor B 2864 SBX tertabrak bagian depan Commuter Line (KA 5181) di perlintasan Ampera, Bekasi Timur.
Salah seorang penumpang Commuter Line (KA 5568A), Heriyati, mengatakan dia hendak turun di Stasiun Tambun. Tapi, karena ada insiden taksi Green SM yang ditabrak kereta, dia berencana turun di Stasiun Bekasi Timur.
Baca Juga: Data Sementara Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Korban Tewas 30 Orang
Karena insiden itu, Heriyati meminta suami menjemput di Stasiun Bekasi Timur saja. Dia menduga insiden ini bakal menunda keberangkatan Commuter Line (KA 5568) cukup lama.
"Ada informasi ada kendala, katanya ada mobil terseret, katanya di Ampera. Sudah tuh, saya pikir, ah saya kan turun di Tambun, saya telepon suami saja deh, nanti saya minta dijemput di sini, kata saya gitu.
Nah saya keluar tuh, untungnya saya keluar. Pas saya telepon suami belum kelar teleponan sama suami, itu kereta nabrak," kata dia.
Heriyati berada di gerbong 5. Dia naik dari Stasiun Bekasi. Dia menyaksikan detik-detik menegangkan saat kereta Argo Bromo Anggrek menghantam Commuter Line dari belakang.
Baca Juga: Kesaksian Penumpang Commuter Line: Hantaman Keras dari Belakang, Banyak Penumpang Terpental
"Itu yang di gerbong banyak yang mental. Untungnya saya sudah di luar. Sudah duluan keluar, banyak yang mental," kata dia.
Heriyati sempat merasakan syok sebelum akhirnya dapat pulih dan mengabarkan kepada keluarga bahwa dirinya selamat dari insiden maut tersebut.***




