BEKASI.POJOKSATU.ID - Aksi mogok berjualan selama tiga hari yang dilakukan para pedagang daging sapi di Kota Bekasi pekan lalu berakhir tanpa hasil.
Harga daging sapi di pasaran tetap bertahan tinggi di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.
Alih-alih menekan harga, mogok justru meninggalkan kerugian bagi para pedagang karena penjualan ikut merosot.
Baca Juga: Tak Perlu Bayar Denda, Ini Cara Ganti Paspor Rusak Akibat Banjir di Bekasi
Pada Selasa 27 Januari 2026 menunjukkan para pedagang daging di sejumlah pasar tradisional kembali membuka lapaknya setelah mogok sejak 22 hingga 24 Januari 2026.
Aktivitas jual beli kembali berjalan normal, namun harga daging tak mengalami penurunan signifikan.
Bahkan, sebagian pedagang masih terpaksa menyesuaikan harga jual akibat naiknya harga karkas dari pemasok.
“Per hari Minggu sudah normal kembali. Walaupun ada juga pedagang yang tetap menaikkan harga, ada juga yang tidak,” ujar pedagang daging di Pasar Baru Bekasi, M Soleh, Selasa 27 Januari 2026.
Soleh mengakui, mogok berjualan yang diharapkan bisa mendorong intervensi pemerintah tidak membuahkan hasil.
Harga daging tak kunjung turun, sementara jumlah pembeli semakin berkurang sejak kenaikan harga dari Rp125 ribu ke Rp130 ribu per kilogram sebelum tahun baru.
Baca Juga: Dalang Muda Asal Bekasi Tetap Setia Merawat Wayang di Tengah Gempuran Budaya Digital
“Tahun baru itu benar-benar berkurang konsumen. Dari menjelang Natal, tahun baru, sampai sekarang konsumen sudah berkurang,” ucapnya.
Menurut Soleh, kondisi ini membuat posisi pedagang semakin terjepit.
Di satu sisi, mereka harus membeli karkas dengan harga tinggi.
Di sisi lain, konsumen mulai menahan belanja karena mahalnya harga daging. Akibatnya, omzet harian pun ikut terkikis.
“Pedagang cuma minta harga normal. Kalau harga normal, konsumen banyak peminatnya. Itu saja yang diharapkan pedagang,” tambahnya.
Baca Juga: Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Terima Kunjungan Studi SMK Muhammadiyah Kuto Winangun Kebumen
Kegelisahan pedagang semakin bertambah setelah beredar kabar bahwa harga daging sapi berpotensi kembali naik menjelang bulan Ramadan.
Jika hal itu terjadi, pedagang khawatir penjualan akan semakin sepi dan kerugian terus berlanjut.
Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi memastikan seluruh pedagang daging telah kembali beraktivitas normal.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Siap Ambil Alih Fasos Fasum Perumahan yang Ditinggal Pengembang
Analis Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, menyebutkan dari total 119 kios atau los pedagang daging di 11 pasar tradisional, semuanya sudah kembali berjualan.
“Para pedagang sudah beraktivitas normal berdasarkan pemantauan di awal pekan,” kata Eko.
Meski aktivitas pasar kembali berjalan, persoalan harga daging yang tinggi masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Pedagang berharap pemerintah segera turun tangan agar harga kembali stabil dan daya beli masyarakat bisa pulih.***




