BEKASI.POJOKSATU.ID - Amblesnya trotoar di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, masih menyisakan tanda tanya.

Hingga hampir dua pekan setelah kejadian, penyebab pasti kerusakan tersebut belum diketahui.

Sementara dugaan mengarah pada faktor lingkungan seperti akar pohon dan kondisi saluran air atau gorong-gorong di bawah trotoar.

Baca Juga: Sampah Sekali Pakai Disorot, Perilaku Warga Jadi Penentu Masa Depan Bekasi

Peristiwa amblesnya trotoar diketahui terjadi secara tiba-tiba pada Jumat 23 Januari 2026 pagi.

Hingga Selasa 3 Februari 2026, area yang mengalami kerusakan masih ditutup menggunakan pembatas, namun belum tampak adanya aktivitas perbaikan maupun penjelasan resmi terkait penyebab kejadian.

Seorang warga setempat, Haryono, mengatakan amblesnya trotoar kemungkinan berkaitan dengan keberadaan pohon yang berada tepat di dekat pondasi.

Baca Juga: Akses Utama Dilalui Truk Berat, Trotoar Ambles di Narogong Belum Juga Diperbaiki

Menurutnya, akar pohon bisa saja memengaruhi struktur tanah di sekitar trotoar.

“Saya sendiri kurang tahu kejadiannya, karena di samping pondasi itu ada pohon. Jadi pohon itu pengaruh dari akar pohon atau tidak, saya juga tidak tahu persis,” kata Haryono, 3 Februari 2026.

Meski begitu, Haryono menegaskan dugaan tersebut masih sebatas perkiraan warga.

Baca Juga: Fenomena Cerai Gugat Meningkat, Istri Dominasi Perkara Perceraian di Bekasi

Ia berharap ada penelusuran lebih lanjut dari pihak berwenang agar penyebab kerusakan bisa dipastikan sebelum dilakukan perbaikan.

Haryono juga menyebut, meski bagian yang ambles berada di pinggir jalan dan tidak langsung mengenai badan jalan utama, kondisi tersebut tetap berpotensi membahayakan pejalan kaki.

Terlebih, Jalan Raya Narogong merupakan jalur utama yang dilalui kendaraan besar setiap hari.

“Kalau di tempat saya di sini posisi aman. Yang kena itu di pinggir, trotoar. Tapi ini jalan raya, kendaraan besar semua lewat sini,” ujarnya.

Dugaan berbeda disampaikan warga lainnya, Arnold. Ia menilai kerusakan trotoar lebih mungkin disebabkan oleh longsoran air dari saluran gorong-gorong yang berada di bawahnya.

Baca Juga: Sanitary Landfill Tak Cukup, Bank Sampah Dinilai Penentu Masa Depan TPA Sumur Batu

Menurut Arnold, debit air yang tinggi dapat menggerus tanah penopang trotoar hingga akhirnya ambles.

“Ya, air longsor. Iya, longsor. Itu dari gorong-gorong,” kata Arnold singkat.

Arnold menjelaskan, saluran air di bawah trotoar tergolong cukup dalam dan rawan mengalami pergeseran tanah saat aliran air meningkat.

Baca Juga: Berkali-kali Jebol, Tanggul Darurat di Muara Gembong Kian Mengkhawatirkan

Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan kerusakan lanjutan jika tidak segera ditangani.

“Memang jalur utama, tapi tidak mengganggu kendaraan karena di pinggir. Itu gorong-gorongnya cukup dalam,” ujarnya.

Meski arus lalu lintas masih berjalan normal, warga berharap pemerintah segera melakukan pengecekan teknis untuk memastikan penyebab amblesnya trotoar.

Mereka khawatir, tanpa penanganan menyeluruh, kerusakan serupa bisa kembali terjadi dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Pasti harus diperbaiki. Walaupun itu trotoar, tetap harus diperhatikan karena ini jalan utama,” pungkas Arnold.***