BEKASI.POJOKSATU.id - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri turun tangan mendalami pemicu kecelakaan maut truk molen yang menewaskan enam orang di Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi. Petugas menerjunkan teknologi pemindaian tiga dimensi (3D) dan drone untuk menguji ulang kondisi fisik armada serta kontur geometri jalan di lokasi kejadian.

​Kepala Sub Unit Tata Tertib Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Mario Christy, mengonfirmasi pemindaian ulang barang bukti kendaraan dan TKP dilakukan secara paralel bersama Polda Metro Jaya dan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota guna menyusun rekonstruksi bukti elektronik.

​"Nanti kami akan ke barang bukti, kami akan melaksanakan scanning ulang terhadap kendaraan truk molennya termasuk juga untuk jalannya," ujar Mario, Rabu, 4 November 2026.

​Penyelidikan berteknologi tinggi ini difokuskan pada pengukuran sudut elevasi turunan jalan untuk mengetahui apakah kemiringan medan berdampak signifikan terhadap penambahan kecepatan armada saat mengalami gangguan fungsi pengereman.

​"Tadi kami menggunakan drone untuk meng-scan kontur geometri jalan apakah sudut elevasi turunannya berpotensi menambah kecepatan dan itu nanti akan direkonstruksi lagi," jelas Mario.

​Pemindaian 3D mencakup pemetaan presisi mulai dari titik awal kecelakaan, lokasi benturan dengan kerumunan warga di halte, hingga posisi akhir truk molen.

Seluruh temuan ini bakal digabungkan sebagai bahan gelar perkara guna memperkuat sangkaan terhadap sopir berinisial T (58 tahun) yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.