BEKASI.POJOKSATU.ID - Sejumlah wilayah di Kota Bekasi diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kenaikan tinggi muka air di titik pantau P2C, pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas yang menjadi hulu Kali Bekasi.
Meski kondisi terakhir dilaporkan berangsur normal, potensi banjir tetap mengintai jika ketinggian air kembali meningkat hingga menyentuh ambang kritis.
Berdasarkan data BPBD Kota Bekasi, TMA di P2C sempat melonjak hingga 640 sentimeter pada Kamis dini hari, jauh di atas batas normal 350 sentimeter.
Baca Juga: Lesunya Konsumsi Warga Picu Penurunan Investasi di Kota Bekasi
Angka tersebut kemudian turun secara bertahap. Namun, BPBD mengingatkan bahwa jika ketinggian air mencapai 450 sentimeter atau lebih, limpasan berpotensi mengalir ke sejumlah wilayah di Bekasi Timur dan Bekasi Utara.
“Apabila ketinggian air di P2C mencapai 450 sentimeter atau lebih, maka ada potensi limpasan ke wilayah Bekasi Timur dan Bekasi Utara seperti Kampung Lengkak dan Teluk Pucung,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Khalid.
Selain itu, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas juga memetakan sejumlah kawasan perumahan yang berisiko terdampak apabila TMA berada di kisaran 380 sentimeter atau lebih.
Baca Juga: Jasa Marga Rekonstruksi Jalan di Tol Cipularang, Akses GT Kalitama 6 Arah Jakarta Ditutup Sementara
Wilayah tersebut antara lain Vila Nusa Indah 5, Bumi Mutiara, Vila Nusa Indah 2, Vila Nusa Indah 1, Pangkalan 1A, Vila Jatirasa, Pondok Gede Permai, Kemang Ifi Graha/AL, Perumahan Jatiasih Indah PPA, Pondok Mitra Lestari, Pekayon Jaya, Kemang Pratama, hingga Delta Pekayon.
Daftar tersebut menjadi perhatian serius warga, mengingat sebagian kawasan itu kerap terdampak banjir saat debit air kiriman dari hulu meningkat signifikan.
Hujan yang masih terjadi di wilayah hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas turut memperbesar potensi kenaikan TMA secara tiba-tiba.
Baca Juga: PN Cikarang Eksekusi Lahan Bersertipikat, SHM Jadi Penentu Kemenangan
Idham menjelaskan bahwa kenaikan tinggi muka air menunjukkan ketinggian permukaan air terhadap titik acuan tetap atau titik nol.
Air kiriman dari hulu membutuhkan waktu beberapa jam sebelum tiba di wilayah hilir Kota Bekasi.
“Air kiriman dari hulu diperkirakan membutuhkan waktu tempuh beberapa jam sebelum mencapai wilayah hilir. Estimasi dari Cikeas menuju P2C sekitar dua hingga tiga jam,” jelasnya.
BPBD Kota Bekasi menyatakan telah mengaktifkan sistem peringatan dini dengan membunyikan sirine saat terjadi lonjakan debit air di hulu.
Informasi perkembangan TMA juga telah disebarluaskan kepada camat, lurah, serta masyarakat melalui media sosial dan kanal komunikasi resmi.
Baca Juga: 70 Warga Teluk Pucung Mengungsi, Banjir Dini Hari Rendam Bekasi hingga 180 Cm
“Dalam hal ini kami sudah memberikan informasi perkembangan TMA yang telah disebarluaskan kepada camat, lurah, serta warga sebagai langkah antisipasi,” kata Idham.
Warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bekasi diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan segera melakukan langkah pengamanan mandiri jika terjadi kenaikan signifikan.
Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 untuk mendapatkan bantuan cepat.***




