RAWALUMBU, BEKASI.POJOKSATU.id - Kecelakaan maut yang melibatkan satu unit truk molen di depan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi, pada Minggu, 1 November 2026, menyisakan duka mendalam bagi Dul Alim (48 tahun).
Warga Rawapanjang ini harus merelakan kepergian sang istri, Siti Habibah (47 tahun), dan putri bungsunya, Adhisa Raiqa Shafia (5 tahun), yang merenggut nyawa dalam insiden tersebut.
Peristiwa tragis itu bermula saat Siti dan Adhisa berniat mengantarkan rombongan kerabat mereka menunggu angkutan umum di tepi jalan. Para kerabat dari Priuk dan Ciracas itu sebelumnya baru saja berkunjung ke rumah Dul Alim usai menghadiri acara hajatan di kawasan Tambun.
"Dia mau mengantar saudaranya yang habis ke rumah, mau pulang, jadi lagi menunggu angkot," kata Dul usai pemakaman di Rawapanjang, Senin, 2 November 2026.
Mendengar kabar buruk tersebut, Dul bergegas menuju lokasi kecelakaan dan menemukan truk molen dalam posisi terguling. Di antara hiruk-pikuk evakuasi, Dul sempat mendapati istrinya yang masih dalam kondisi sadar.
"Ketika saya ketemu istri saya, istri saya masih sadar. Saya sempat tanya, 'Mama kenapa?' Terus, 'Dede di mana?' Dia cuma geleng-geleng saja," tutur Dul menirukan saat-saat terakhir bersama sang istri.
Dul yang panik langsung mencari anak bungsunya dan membawa Adhisa ke rumah sakit menggunakan sepeda motor. Sayang, nyawa sang putri tidak tertolong. Kepedihan Dul kian bertambah saat ia kembali ke lokasi dengan ambulans untuk menjemput istrinya, namun Siti dinyatakan telah mengembuskan napas terakhir.
Tak hanya kehilangan anak dan istri, Dul mengonfirmasi bahwa empat korban jiwa lainnya dalam insiden terbaliknya truk molen tersebut juga merupakan kerabat dekat keluarganya yang bermukim di Tanjung Priok, Ciracas, dan Kota Tua.





