BEKASI.POJOKSATU.id - Motif karyawan habisi bos toko sembako di Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, akhirnya terungkap.
Gegaranya, pelaku yang bernama Andreas kesal karena korban tidak memberikan kasbon yang diminta.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan sebelum menghabisi korban, pelaku lebih dulu menutup toko pada Jumat 30 Mei 2025 pukul 19.10 WIB.
Baca Juga: Petugas Sita Banyak Barang Haram Napi di Lapas Bekasi, Kok Bisa Ada HP Rakitan
Andreas kemudian membereskan barang-barang di toko sampai pukul 20.50 WIB.
Setelah itu, pelaku mendekati korban bermaksud meminjam uang alias kasbon
"Uang itu rencananya akan digunakan untuk membayar hutang dan kebutuhan sehari-hari pelaku," jelas Wira, Selasa 3 Juni 2025.
Baca Juga: Hari Pertama Pemberlakuan Jam Malam di Kota Bekasi, Petugas Temukan Pelajar Masih Berkeliaran
Namun, permintaan kasbon Andreas ditolak mentah-mentah oleh korban.
Korban beralasan selama ini pelaku bekerja dengan malas-malasan.
"Korban menjawab 'nggak bisa. Kamu kasbon terus. Kerja aja males, jarang masuk, nggak kayak karyawan yang lain'," beber Wira.
Baca Juga: Job Fair Bekasi Ricuh dan Viral, Pemkab tak Kapok Malah Siap Gelar Lagi dan Bakal Jadi Percontohan
"'Orang kalau mau minta tolong tuh kerja dulu yang bener', dengan nada yang tinggi, disampaikan dengan nada yang tinggi," sambung dia.
Mendapatkan penolakan dari korban dengan kata-kata menyakitkan hati, emosi pelaku langsung tersulut dan mendorong korban.
"Namun korban membalas dengan memukul pipi tersangka. Kemudian keduanya beradu pukulan serta tendangan hingga membuat korban terjatuh," jelas Wira.
Korban yang melakukan perlawanan, kemudian dilempar kardus berisikan air mineral ke arah kepala korban beberapa kali.
"Lemparan kardus berisi air mineral itu membuat korban terjatuh di dalam kamar mandi," ujar dia.
Tidak puas, pelaku mengambil lagi kardus tersebut dan melemparkan ke arah korban.
Saking kerasnya lemparan kardus berisi air mineral itu, membuat kloset sampai pecah.
"Ke arah kaki dan dada korban, hingga membentur kloset kamar mandi yang menyebabkan kloset tersebut sampai menjadi pecah," ungkap dia.
Baca Juga: Tak Terima Dipecat, Ratusan Karyawan Demo Sebut Perusahaan Lakukan PHK Sepihak Puluhan Karyawan
Melihat korban tidak berdaya, tersangka langsung menggasak uang milik korban yang berada di laci toko dengan nilai Rp84.654.000.
"Korban juga mengambil dua buah handphone operasional dan juga satu unit sepeda motor," tutur dia.
Selanjutnya, Andreas membawa barang-barang tersebut melarikan diri ke arah Jatimakmur, Pondok Gede.
Baca Juga: 2 Pelaku Curanmor di Cikarang Timur Ditangkap, 1 Pelaku Sudah Pak Tua dan Bazon Masih Buron
Di tengah perjalanan, pelaku berinisiatif meninggalkan dua buah handphone Redmi warna hitam dan satu unit motor Vario di gang samping Jatimakmur karena takut dilacak.
"Sedangkan uang korban kurang lebih sebesar Rp84.654.000 tetap dibawa. Ini adalah kronologi kejadian daripada kejadian pembunuhan yang terjadi," tutup dia.***




