BEKASI.POJOKSATU.ID - Kehadiran layanan Bus Trans Beken menjadi babak baru dalam transformasi transportasi publik di Kota Bekasi.
Sejak resmi beroperasi pada Selasa 10 Februari 2026, moda angkutan umum ini mencatat lonjakan penumpang yang signifikan, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap alternatif transportasi massal yang lebih terintegrasi.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan hingga Selasa 17 Februari 2026, Trans Beken telah mengangkut 4.968 penumpang dalam sepekan pertama operasionalnya.
Baca Juga: Jalan Berlubang dan Drainase Jebol, Pemkab Bekasi Kebut Izin Kemendagri Demi Keselamatan Warga
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyebut tingkat okupansi mengalami kenaikan 43,8 persen berdasarkan laporan real time.
“Dengan secara presentase kenaikan penumpang mencapai 43,8 persen. Yang terhitung berdasarkan laporan real time penumpang,” ujar Zeno, Rabu 18 Februari 2026.
Rute utama Terminal Induk Bekasi-Harapan Indah pulang-pergi menjadi tulang punggung layanan ini.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Perkuat Budaya Inovasi Usai Perda Inovasi Daerah Disahkan
Jalur tersebut menghubungkan pusat mobilitas warga dengan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi, sehingga dinilai strategis dalam mendukung pergerakan harian masyarakat.
Zeno menilai tren peningkatan ini sebagai sinyal positif, meski ia menegaskan pihaknya tidak ingin terlena dengan capaian awal.
“Trend yang sangat baik, tapi trend baik ini tidak serta-merta kita berpuas dengan angka. Karena angka adalah alat, angka bukan tujuan akhir. Angka ini hanya menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat tinggi,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Larang THM Beroperasi Selama Ramadan 2026
Kehadiran Trans Beken membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi.
Selama ini, tingginya penggunaan sepeda motor dan mobil pribadi menjadi salah satu penyebab kemacetan di sejumlah titik Kota Bekasi, terutama pada jam sibuk.
Dengan pilihan transportasi umum yang lebih nyaman dan terjadwal, diharapkan sebagian pengguna kendaraan pribadi beralih ke moda massal.
Namun, tantangan keberlanjutan layanan tetap menjadi pekerjaan rumah.
Konsistensi jadwal, kenyamanan armada, serta integrasi dengan moda lain menjadi faktor krusial agar masyarakat terus percaya dan menjadikan Trans Beken sebagai pilihan utama.
Baca Juga: Empat Putra Bekasi Bersinar di Piala Asia Futsal 2026, DPRD Dorong Pemkot Beri Apresiasi
Zeno menegaskan komitmen Dishub untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan.
“Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh pimpinan, dari Pak Wali Kota menyampaikan, agar melakukan pembenahan dan pengoptimalan dalam mendukung Moda Transportasi Umum yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
Transformasi transportasi publik tidak bisa berhenti pada peluncuran layanan baru.
Keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan pemerintah menjaga kualitas operasional, memperluas jangkauan rute, dan memastikan akses yang mudah bagi warga dari berbagai wilayah.
Dengan tren awal yang menjanjikan, Trans Bekasi Keren berpotensi menjadi fondasi sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan efisien.
Jika konsistensi pelayanan terjaga, bukan tidak mungkin moda ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas mobilitas warga Kota Bekasi.***




