BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi situasi darurat setelah satu unit mesin pompa air di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, terbakar pada Kamis 29 Januari 2026 siang.
Insiden yang terjadi pada infrastruktur vital pengendali banjir itu langsung mendapat perhatian Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, yang turun langsung ke lokasi kejadian.
Sejak awal kebakaran, aparat gabungan bergerak cepat melakukan penanganan.
Baca Juga: MBG Tak Hanya Soal Gizi, Ekonomi UMKM Cibitung Ikut Bergerak
Sejumlah petugas terlihat sigap memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memastikan api tidak merembet ke fasilitas lain di area polder.
Langkah cepat tersebut dilakukan guna menjaga fungsi polder tetap terkendali di tengah potensi hujan dan debit air yang masih tinggi.
Di lokasi kejadian, Tri Adhianto tampak melakukan koordinasi langsung dengan petugas lapangan.
Baca Juga: Tren Home Brewing Melejit, Minum Kopi Enak Kini Bisa Lebih Murah
Ia bahkan meminta agar bantuan pemadam kebakaran segera dikirim untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
“Minta kirim pemadam, minta kirim ke Kalimati, ada pompa yang kebakar,” ujar Tri Adhianto di lokasi kejadian, Kamis 29 Januari 2026.
Tri menjelaskan, kebakaran tersebut menyebabkan salah satu pompa di kawasan Kartini harus dimatikan sementara waktu demi alasan keamanan.
Baca Juga: Bekasi Dikepung Banjir Sejak Pagi, Warga Dievakuasi dari Genangan 150 Cm
Namun, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi agar gangguan ini tidak berdampak besar terhadap sistem pengendalian air.
“Saat ini ada pompa yang terbakar di Kartini sehingga sementara waktu kita matikan dulu, tapi tentu akan terimplikasi pada kinerja yang ada di DAS Rawa Lumbu,” kata Tri.
Meski demikian, Tri memastikan langkah lanjutan telah dipersiapkan.
Menurutnya, setelah kondisi mesin dan area dinyatakan aman dan suhu peralatan menurun, pompa akan kembali dioperasikan secara bertahap.
“Oleh karena itu kita tunggu dulu dingin hingga satu atau dua jam, setelah itu akan bantu kembali menarik agar air yang dari Rawa Lumbu bisa segera teratasi,” jelasnya.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Konsentrasi Belajar Siswa di Cibitung
Penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan akan melakukan evaluasi teknis terhadap seluruh sistem pompa dan infrastruktur polder untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Banjir Tak Lagi Sekadar Bencana, Pemkot Bekasi Ubah Air Jadi Cadangan Masa Depan
Insiden di Polder Kalimati menjadi pengingat pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menjaga infrastruktur vital yang berfungsi melindungi wilayah permukiman dari ancaman banjir.
Dengan respons cepat, koordinasi lapangan, dan rencana penanganan lanjutan, Pemkot Bekasi berharap dampak kebakaran ini dapat ditekan seminimal mungkin dan keselamatan warga tetap terjaga.***




