BEKASI.POJOKSATU.ID - Program Gerakan K3 ASRI yang digulirkan Pemerintah Kota Bekasi kini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Sejumlah warga di wilayah Bekasi Timur mengaku lingkungan tempat tinggal mereka menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman setelah kegiatan penataan serta aksi bersih dilakukan secara rutin.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sebelumnya menegaskan bahwa Gerakan K3 ASRI bukan sekadar agenda seremonial.

Baca Juga: 700 ASN Mangkir Apel, Tri Adhianto Soroti Disiplin Aparatur Pemkot Bekasi

Melainkan upaya berkelanjutan untuk membangun budaya tertib dan kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan.

Implementasinya dilakukan melalui kerja bakti massal, pengangkutan sampah, pembersihan saluran air, hingga penertiban bangunan liar dan reklame tak berizin.

Dampaknya kini mulai terlihat nyata di lapangan. Rudi Hartono (42), warga Bekasi Timur, mengaku perubahan signifikan terasa dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bekasi Desak Percepatan Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran 2026

Ia menyebut saluran air yang sebelumnya kerap tersumbat kini sudah kembali lancar.

“Sekarang lingkungan jadi lebih bersih dan enak dilihat. Saluran air yang dulu sering mampet sudah lancar. Kami juga jadi lebih peduli menjaga kebersihan,” ujar Rudi, dikutip dari laman resmi Pemkot Bekasi, 2 Maret 2026.

Menurutnya, sebelum ada penataan rutin, tumpukan sampah dan sedimen di saluran air sering menyebabkan genangan saat hujan deras.

Baca Juga: Tri Adhianto Ungkap Proyek Pembangkit Listrik dari Sampah dan Reformasi Layanan Ambulans

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu kekhawatiran akan potensi banjir.

Kini, dengan pembersihan yang dilakukan secara berkala, aliran air menjadi lebih optimal. Lingkungan permukiman pun terlihat lebih rapi karena spanduk tak berizin dan bangunan yang semrawut mulai ditertibkan.

Hal senada disampaikan Siti Aminah (38), warga sekaligus pelaku usaha kecil di kawasan tersebut.

Ia menilai perubahan lingkungan turut berdampak pada kenyamanan pelanggan yang datang ke tempat usahanya.

“Lingkungan yang rapi membuat pembeli lebih nyaman. Sekarang tidak terlihat kumuh seperti dulu. Kami sebagai warga juga jadi ikut menjaga supaya tetap bersih,” katanya.

Baca Juga: Tarling di Mustikajaya, Tri Adhianto Apresiasi Kebersihan Masjid dan Dorong Sekolah Bebas Sampah

Siti menambahkan, kegiatan kerja bakti bersama yang melibatkan warga, kelurahan, dan kecamatan membuat masyarakat merasa dilibatkan secara langsung dalam pembangunan lingkungan.

Kebersamaan tersebut dinilai mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum.

Gerakan K3 ASRI juga mendorong kesadaran kolektif untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Baca Juga: Tri Adhianto Borong Takjil Siswa SLB di Kayuringin, Dukung Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

Warga mulai terbiasa menjaga kebersihan drainase dan tidak menutup saluran air dengan bangunan tambahan yang dapat menghambat aliran.

Tri Adhianto sebelumnya menyampaikan bahwa kualitas hidup masyarakat akan meningkat ketika lingkungan tertata dengan baik.

“Ketika lingkungan bersih, saluran air lancar, dan ruang publik tertib, maka kualitas hidup warga akan ikut meningkat,” ujarnya.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Tarawih Keliling di Masjid Al-Muttaqin, Serahkan Bantuan dan Apresiasi Anak Penghafal Surat Pendek

Pemerintah Kota Bekasi memastikan program ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar perubahan yang sudah terlihat tidak hanya bersifat sementara.

Bagi warga Bekasi Timur, perubahan yang terjadi bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir.

Lingkungan yang lebih bersih dan rapi menghadirkan rasa nyaman sekaligus kebanggaan tersendiri.

Gerakan K3 ASRI pun menjadi contoh bagaimana kebijakan pemerintah dapat berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. (adv)***