BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak kebakaran SPBE di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.
Tanpa menunggu lama, layanan jemput bola langsung dibuka untuk membantu warga yang kehilangan dokumen kependudukan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan darurat agar warga terdampak tetap dapat mengakses layanan publik, termasuk bantuan sosial yang membutuhkan dokumen resmi.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rachmat Hidayat, mengatakan pihaknya langsung bergerak sejak peristiwa terjadi dengan melakukan koordinasi lintas wilayah bersama kecamatan dan kelurahan setempat.
Baca Juga: DPRD Bekasi Buka Pintu Lebar, Regulasi Pengelolaan Apartemen Siap Diperkuat Lewat Usulan P3SRS
“Sejak kejadian di Cimuning, kami sudah berkoordinasi dan pada Sabtu langsung mengonfirmasi untuk melakukan layanan jemput bola,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 9 April 2026.
Layanan tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan menyasar puluhan kepala keluarga yang terdampak kebakaran.
Petugas Dukcapil turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pengurusan dokumen dapat dilakukan dengan cepat dan mudah tanpa harus datang ke kantor.
Tak hanya mengandalkan metode konvensional, Dukcapil juga mengoptimalkan teknologi digital melalui Identitas Kependudukan Digital.
Baca Juga: Bukan Sekadar Forum Diskusi, Asep Pastikan Musrenbang Jadi Penentu Pembangunan Nyata di Bekasi
Dengan sistem ini, warga dapat langsung mengakses dokumen penting melalui perangkat ponsel mereka.
“Sementara untuk KTP fisik, kami bantu proses pencetakannya,” tambah Taufiq.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga menjadi kunci dalam percepatan layanan ini.
Dukcapil bekerja sama dengan aparat wilayah serta tim di lapangan untuk mendata warga terdampak dan memastikan layanan tepat sasaran.
Di lokasi, antusiasme warga terlihat tinggi. Banyak warga yang langsung memanfaatkan layanan ini untuk mengurus dokumen yang hilang akibat kebakaran.
Operator Dukcapil, Andi, menyebut pada hari pertama saja sudah puluhan warga datang untuk mengurus berbagai dokumen penting.
“Sekitar 18 kepala keluarga sudah melakukan pengurusan, mulai dari KTP, KK, akta lahir, hingga KIA,” ujarnya.
Baca Juga: Imigrasi Bekasi Perketat Pengawasan WNA, Pelanggaran Izin Tinggal Jadi Sorotan
Bahkan, untuk warga yang kehilangan seluruh dokumen, Dukcapil menghadirkan teknologi pemindai iris mata guna memastikan identitas tetap dapat diverifikasi.
“Walaupun tidak punya data sama sekali, tetap bisa kita cek dan terbitkan kembali,” kata Andi.
Langkah cepat ini mendapat respons positif dari warga yang merasa sangat terbantu di tengah kondisi sulit.
Pemerintah Kota Bekasi pun memastikan layanan akan terus dievaluasi dan diperpanjang jika masih dibutuhkan.***




