Kota Bekasi, BEKASI.POJOKSATU.id - Warga Kota Bekasi kini memiliki akses yang lebih luas untuk mencari informasi pekerjaan melalui aplikasi Nyari Gawe, platform yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung melalui jalur resmi.
Aplikasi Nyari Gawe menyediakan informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan dan dapat diakses masyarakat melalui platform Android maupun iOS.
Kehadiran platform ini diharapkan dapat memperluas akses informasi pekerjaan, meningkatkan transparansi proses rekrutmen, sekaligus mengurangi praktik percaloan dan pungutan liar (pungli) dalam proses pencarian kerja.
Dalam kegiatan bursa kerja daring yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Nyari Gawe sebagai salah satu kanal resmi dalam mencari informasi dan mendaftarkan diri pada lowongan pekerjaan yang tersedia.
Tri Adhianto menyampaikan, antusiasme pencari kerja terhadap aplikasi Nyari Gawe cukup tinggi meskipun platform tersebut baru beberapa hari diperkenalkan. Hal itu terlihat dari sejumlah lowongan yang jumlah pendaftarnya telah melampaui kapasitas yang tersedia.
Menurut Tri, pemanfaatan platform digital menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa proses pencarian kerja dapat dilakukan melalui jalur resmi tanpa harus menggunakan jasa calo.
“Sekarang sudah tidak ada waktunya lagi melalui calo. Beberapa waktu lalu ada warga masyarakat yang merasa tertipu, bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi juga warga dari luar daerah yang masih mengandalkan sistem perekrutan tenaga kerja secara tatap muka,” ujar Tri.
Tri juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.
Melalui informasi lowongan dan verifikasi terhadap perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), pencari kerja diharapkan dapat lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas legalitasnya.
Ia mengungkapkan masih adanya warga Kota Bekasi yang berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal.
Kondisi tersebut berisiko menghilangkan jaminan keselamatan, kepastian pekerjaan, serta akses perlindungan dan komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tujuan.
Dari sisi sasaran, aplikasi Nyari Gawe terbuka bagi pencari kerja dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari lulusan SD, SMP, SMA, SMK hingga sarjana. Rentang usia pencari kerja juga bervariasi, termasuk masyarakat berusia hingga 45 tahun, menyesuaikan kebutuhan dan persyaratan pada masing-masing lowongan.
Tri mengatakan, ketersediaan informasi pekerjaan melalui platform digital menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan secara lebih mudah dan transparan, terutama di tengah tingkat pengangguran Kota Bekasi yang masih berada di angka sekitar 7 persen.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong optimalisasi aplikasi Nyari Gawe untuk memudahkan masyarakat mengakses lowongan kerja sekaligus menciptakan proses rekrutmen yang lebih transparan.
Melalui program tersebut, perusahaan didorong untuk aktif memasukkan informasi lowongan kerja ke dalam platform sehingga pencari kerja dapat berinteraksi dan mendaftarkan diri secara langsung tanpa perantara yang berpotensi melakukan pungutan liar.
Upaya tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan bursa kerja daring yang berpindah lokasi setiap pekan ke berbagai kawasan industri dan perusahaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan kawasan industri baru serta kabupaten/kota yang sedang mengembangkan sektor industri.
Pelaksanaan bursa kerja daring tersebut telah memasuki edisi keenam dan sebelumnya telah diselenggarakan di enam kabupaten/kota di Jawa Barat.
Pada pelaksanaan pekan ini, tercatat 2.887 lowongan kerja dari 23 perusahaan dengan 68 jenis jabatan.
Kesempatan kerja yang tersedia mencakup pekerjaan di dalam negeri maupun luar negeri, dengan informasi lowongan luar negeri disampaikan melalui P3MI.
Sementara itu, secara keseluruhan aplikasi Nyari Gawe telah menyediakan lebih dari 32 ribu lowongan kerja yang dapat diakses pencari kerja melalui platform tersebut.
Antusiasme terhadap peluang kerja di luar negeri juga dinilai cukup tinggi. Disnakertrans Jawa Barat secara berkala memublikasikan informasi lowongan dari mitra P3MI melalui media sosial resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang mudah diakses sekaligus dapat memeriksa legalitas penempatan kerja.
Terkait evaluasi pelaksanaan bursa kerja daring, Disnakertrans Jawa Barat menyebut jumlah lowongan yang tersedia cenderung meningkat, meskipun bergantung pada aktivitas rekrutmen dan penyelenggaraan bursa kerja di masing-masing daerah.
Kabupaten Karawang, misalnya, sebelumnya telah menggelar job fair dengan sekitar 1.400 lowongan kerja. Sepekan kemudian, bursa kerja daring tingkat provinsi kembali dilaksanakan dengan ketersediaan 844 lowongan kerja pada kesempatan tersebut.
Ke depan, Disnakertrans Jawa Barat akan terus mendorong perusahaan untuk memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe dan memasukkan informasi lowongan kerja secara langsung ke dalam platform.
Partisipasi aktif perusahaan dinilai penting agar informasi kesempatan kerja dapat tersebar lebih luas dan menjangkau lebih banyak pencari kerja.






