POJOKSATU.id - Tiga oknum polisi diduga terlibat menjadi pemasok senjata api beserta peluru kepada DE, 28 tahun, oknum PT KAI yang diduga terafiliasi ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah)
Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya, ketiga oknum polisi itu kini sudah ditangkap.
Identitas oknum polisi yang terlibat jaringan terorisme yakni berinisial RP, yang diduga berdinas di Direktorat Kriminal Umum di Jakarta.
RP ditangkap pada Kamis, 17 Agustus 2023, karena telah memasok peluru sebanyak 1.500 butir kepada tersangka DE.
Baca Juga: 7 Fakta Warga Bekasi yang Terkait Jaringan ISIS, Eksis di Medsos dan Jadi Admin Grup Telegram
Kemudian,anggota Polri berpangkat brigadir kepala (bripka) berinisial SM yang merupakan anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten juga terlibat dalam pemasokan peluru dan senjata.
Anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten yang telah diamankan tersebut, diketahui juga yang mengupgrade senjata dari air gun menjadi senjata api.
Kemudian Anggota Polri yang diamankan berikutnya merupakan berpangkat Iptu MYS, diketahui bahwa dirinya berdinas menjadi kepala Unit Reskrim polsek di wilayah Kota Bekasi.
Diketahui anggota Polri tersebut yang telah memasok senjata Laras panjang ke tersangka Dananjaya Erbening.
Polisi Membantah
Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat jumpa pers di Jakarta, 18 Agustus 2023, membantah keterlibatan ketiga anggota polisi tersebut.
Dia menjelaskan secara rinci tentang anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya Reynaldi Prakoso, Renmin Samapta Polresta Cirebon Bripka Syarif Mukhsin, dan Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara Iptu Muhammad Yudi Saputra.
Baca Juga: Tabrakan Mobil dan Motor di Jalan Pintu Air Bekasi, 2 Orang Luka Serius
Hengky menyebut Reynaldy ditangkap karena menerima senjata dari salah seorang penjual senjata api ilegal.
Lalu, Bripka Syarif Mukhsin juga ditangkap karena masih ada kaitan dengan Reynaldy.
"Jadi, Reynal pernah minta bantu upgrade senjata dihubungkan ke pabrik yang di Semarang. Tidak ada kaitan dengan teror," kata dia.
Terakhir, soal Iptu Muhammad Yudi Saputra kata dia tidak terlibat pemasokan senjata laras panjang kepada DE.
Baca Juga: PT KAI Tak Segan Tindak Karyawan yang Terafiliasi Kelompok Terorisme
"Penyuplai (senjata kepada DE) itu sipil, sudah kami tangkap," kata dia.
Hengky mengatakan operasi kepolisian masih terus berlanjut. Dalam mengungkap kasus ini, polisi berkolaborasi dengan Densus 88 dan juga Puspom AD.***




