BEKASI.POJOKSATU.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, memimpin konsolidasi akbar yang dihadiri sedikitnya 2.000 buruh di kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Agenda yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, tersebut digelar guna menguatkan barisan pekerja menjelang pembahasan isu-isu strategis ketenagakerjaan.
Said Iqbal menyatakan bahwa kehadiran ribuan buruh dalam rapat konsolidasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa gerakan pekerja di daerah industri Kabupaten Bekasi tetap solid dan terorganisasi.
"Konsolidasi di Bekasi yang dihadiri sedikitnya 2.000 orang membuktikan bahwa kaum buruh tetap solid, terorganisasi, dan memiliki semangat perjuangan yang kuat. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi sebuah acara, ini merupakan bukti bahwa buruh memahami pentingnya persatuan," ujar Said Iqbal dalam unggahan Facebook, Minggu, 13 September 2026.
Baca Juga: KSPI Soroti Dua Agenda Buruh: Upah Minimum 2027 dan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Ia menegaskan, persatuan elemen pekerja sangat krusial untuk mengawal agenda pengupahan maupun regulasi nasional yang akan datang, terutama penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2027 serta pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.
"Soliditas tersebut harus terus dijaga untuk mengawal penetapan upah minimum 2027 dan pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. Kita menginginkan kenaikan upah yang mampu menjaga daya beli, menghapus outsourcing, membatasi kerja kontrak, mencegah PHK sewenang-wenang, serta memastikan pesangon dibayarkan secara layak," tegasnya.
Meski siap melakukan pengawalan ketat, Said Iqbal meluruskan bahwa tuntutan kaum pekerja bukan bermaksud memicu kekacauan, melainkan mendorong hadirnya iklim ikatan kerja yang seimbang.
"Perjuangan buruh bukan untuk menciptakan kegaduhan. Buruh menginginkan hubungan industrial yang adil, investasi yang sehat, dan perusahaan yang berkembang bersama kesejahteraan pekerja," lanjutnya.
Baca Juga: Kapolri Bertemu Ribuan Buruh di Bekasi: Buruh Sejahtera, Pengusaha Harus Maju
Mengakhiri konsolidasi di kawasan manufaktur Cikarang tersebut, Said Iqbal membakar semangat jajarannya agar tetap memegang teguh kedisiplinan organisasi selama perjuangan berlangsung.
"Jika buruh tetap bersatu, disiplin, dan konsisten, tidak ada perjuangan yang sia-sia. Dari Bekasi, kita tegaskan: buruh solid, buruh kuat, dan buruh siap memperjuangkan keadilan sosial bersama," pungkasnya.***




