Hasrat Pengin Tawuran 5 Remaja Ini Kandas Setelah Bertemu Polisi, Begini Ceritanya
Lima remaja ini tidak jadi tawuran dan harus menginap di kantor polisi untuk menjawab pertanyaan dari para penyidik.
Topik
12 artikel
Lima remaja ini tidak jadi tawuran dan harus menginap di kantor polisi untuk menjawab pertanyaan dari para penyidik.
Keluarga anggota Polres Metro Bekasi Kota enggan bertanggung jawab atas kehamilan yangn terjadi pada pelajar SMP
Keluarga korban selalu meminta pertanggungjawaban kepada keluarga pelaku yang merupakan anggota polisi. Akan tetapi tidak kunjung mendapatka
korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan membusuk di rumahnya berdasarkan keterangan ketua RT setempat korban masih terlihat
Kasat Reskrim AKBP Muhammad Firdaus membeberkan fakta baru terkait kasus bully pelajar SMP di Pondokmelati.
Polres Metro Bekasi Kota memproses laporan korban Bully dengan memanggil sejumlah nama anak yang diduga menjadi pelaku bully tersebut
Erick tidak habis pikir anaknya dibully gara-gara urusan sepele. Dia miris melihat anaknya dalam kondisi trauma.
Ayah korban bully tidak terima anaknya dikeroyok oleh para pelaku karena ditutuh menyebarkan gosip yang tidak benar.
Aiptu Jumaldi menjalani perawatan di rumah sakit lantaran terkena sabetan senjata tajam pelaku pencurian ban.
Didik mengaku suka anak kecil dan sudah mengincar korban sejak 1 bulan lamanya sebelum melakukan tindakan keji tersebut.
Aksi Didik menghabisi korban karena tidak ingin aksi bejatnya ketahuan. Akan tetapi, hal itu justru membuatnya semakin jelas.
Dengan ini, Didik Setiawan adalah pelaku tunggal kasus pembunuhan terhadap GH, bocah berusia 9 tahun yang sempat dia perkosa sebelumnya.