BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi menyiapkan sejumlah program infrastruktur strategis pada tahun anggaran 2026.

Meski terjadi penyesuaian fiskal, rincian proyek yang disiapkan tetap menunjukkan angka signifikan, terutama pada sektor perbaikan dan rekonstruksi jalan.

Berdasarkan data yang disampaikan DSDABMBK, terdapat 1.660 titik rekonstruksi jalan yang akan dilaksanakan sepanjang 2026.

Baca Juga: Dampak Penyesuaian Fiskal 2026 Terasa, DSDABMBK Kabupaten Bekasi Optimalkan Anggaran Infrastruktur yang Terbatas

Angka ini menjadi salah satu program terbesar dalam daftar kegiatan infrastruktur tahun depan.

Selain rekonstruksi jalan, pemerintah daerah juga mengalokasikan pembangunan jalan baru di delapan titik.

Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi di sejumlah kawasan yang membutuhkan akses jalan memadai.

Baca Juga: Disdag Kabupaten Bekasi Pastikan Stok Barang Pokok dan Bahan Penting Aman dan Harga Terkendali

Tak hanya itu, pembangunan drainase jalan juga menjadi perhatian serius dengan total 21 titik yang direncanakan.

Program ini dinilai penting untuk mengatasi persoalan genangan dan banjir yang kerap terjadi di beberapa ruas jalan di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, pelebaran jalan menuju standar akan dilakukan di 11 titik. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan serta meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pengguna jalan.

Baca Juga: Satpol PP Kirim Peringatan ke THM yang Nekat Buka Selama Ramadhan 2026

Di samping pelebaran, pemeliharaan berkala jalan juga tetap berjalan di tujuh titik untuk menjaga kualitas infrastruktur yang sudah ada.

Kepala DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menegaskan bahwa meski anggaran mengalami penyesuaian, seluruh program tersebut tetap dijalankan secara terukur dan bertahap.

“Untuk tahun 2026, kami tetap menjalankan program infrastruktur sesuai perencanaan, namun disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Fokus utama kami adalah ruas-ruas yang memang membutuhkan penanganan segera,” ujar Henri, dikutip dari website resmi Kabupaten Bekasi, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa rincian jumlah titik tersebut merupakan hasil evaluasi dan survei lapangan terbaru.

Beberapa ruas yang terdampak genangan dan banjir menjadi prioritas dalam penentuan lokasi pekerjaan.

Baca Juga: Alih Fungsi Apartemen Jadi Sewa Harian di Bekasi Tuai Polemik, Pemkot Terbitkan Larangan

“Sebanyak 1.660 titik rekonstruksi itu tersebar di berbagai wilayah. Kami tidak asal menentukan, tetapi berdasarkan kondisi riil di lapangan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Henri menambahkan, pelaksanaan proyek dilakukan secara bertahap mengikuti ketersediaan kas daerah.

Pada triwulan pertama, kegiatan difokuskan pada administrasi dan persiapan teknis, sedangkan pekerjaan fisik dimulai bertahap sejak triwulan kedua.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Kurir Ganja 2 Kilogram, Satu Pemasok Masuk DPO

“Infrastruktur itu berbanding lurus dengan ketersediaan anggaran. Karena itu kami optimalkan yang ada dengan prioritas yang benar-benar mendesak,” katanya.

Dengan total ribuan titik pekerjaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap kualitas infrastruktur jalan dapat terus meningkat meski dalam kondisi fiskal yang menantang.

Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat juga terus dilakukan guna membuka peluang dukungan pendanaan tambahan.

Program infrastruktur 2026 ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Kabupaten Bekasi tetap berjalan.

Melalui rincian angka dan titik yang jelas, pemerintah daerah berupaya menjaga transparansi sekaligus memastikan masyarakat mengetahui skala dan arah pembangunan yang sedang disiapkan.***