BEKASI.POJOKSATU.id – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, memaparkan konsep 5P sebagai fondasi utama dalam pengelolaan koperasi agar mampu tumbuh, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah tantangan zaman.
Menurut Toto, pengelolaan koperasi tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Dibutuhkan strategi, kolaborasi, serta kepemimpinan yang terbuka agar koperasi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi rakyat.
“Pengelolaan koperasi harus dibangun dengan konsep 5P agar koperasi bisa hidup, sehat, dan berkembang,” ujar Toto Iskandar dalam keterangannya baru-baru ini.
Baca Juga: KPK Periksa Beni Saputra Terkait Dugaan Suap Ijon Proyek di Kabupaten Bekasi
1. PPO - Pakai Pikiran Orang
Pilar pertama dalam pengelolaan koperasi adalah membangun dengan memanfaatkan pikiran orang lain, khususnya tokoh-tokoh koperasi yang telah sukses.
“Kita jangan merasa paling tahu. Pakai pikiran orang-orang yang sudah berhasil membangun koperasi. Kita tiru pola pikir dan strategi mereka,” jelasnya.
2. PDO – Pakai Duit Orang
Konsep kedua adalah kerja sama lintas koperasi melalui pemanfaatan permodalan bersama.
“PDO itu pakai duit orang, artinya kerja sama antar koperasi saling menguatkan. Seperti koperasi Indoput dengan Koperasi Pajar Surat Paper, itu contoh nyata kolaborasi,” katanya.
3. PTO – Pakai Tenaga Orang (Profesional)
Toto menekankan bahwa koperasi tidak boleh dikelola secara amatir. Pengelolaan harus diserahkan kepada tenaga profesional yang memahami bidang usaha dan teknologi.
“Koperasi jangan sampai pengurus merangkap pengelola usaha. Kita harus angkat tenaga profesional, termasuk yang paham digitalisasi, karena sekarang sudah era industri 4.0,” tegasnya.
4. PDOM – Pakai Doa Orang Miskin
Pilar keempat menekankan aspek spiritual dan kepedulian sosial. Menurut Toto, koperasi harus menyisihkan rezekinya melalui zakat sebelum menjalankan usaha.
“Jangan lupa PDOM, pakai doa orang miskin. Sebelum usaha berjalan, keluarkan zakat 2,5 persen. Di rezeki kita ada hak orang lain,” ungkapnya.
5. POK – Pakai Otak Kanan (Positive Thinking)
Pilar terakhir adalah kepemimpinan dengan pola pikir positif. Toto mengingatkan agar pengurus koperasi tidak dilandasi rasa curiga berlebihan.
“Seorang leader koperasi harus pakai otak kanan, berpikir positif. Jangan baru mau angkat orang sudah curiga. Beri kesempatan, diuji dulu kelayakannya. Kalau tidak mampu, baru dievaluasi,” jelasnya.
Baca Juga: Dua Tahun Gagal Penuhi Target, Mahasiswa Kritik Pengelolaan Pajak Bekasi
Pengelolaan Koperasi Harus Adaptif dan Berkarakter
Toto Iskandar menegaskan bahwa penerapan konsep 5P dalam pengelolaan koperasi bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal nilai, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Kalau 5P ini dijalankan dengan konsisten, koperasi akan tumbuh besar, profesional, dan tetap berjiwa sosial,” pungkasnya.***




