BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir yang kembali merendam Perumahan Nebraska Terrace, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, memunculkan sorotan serius terhadap perencanaan kawasan dan tata ruang.

Meski tergolong perumahan baru dan berstatus hunian subsidi, kawasan ini tercatat sudah lima kali terendam banjir sejak mulai dihuni warga, memicu pertanyaan mengenai kelayakan tata ruang dan mitigasi bencana dalam proses pembangunannya.

Ketua RW 02 Perumahan Nebraska Terrace, Doni, mengungkapkan bahwa sejak awal pemasaran, pengembang menjanjikan kawasan tersebut bebas banjir.

Baca Juga: Brimob dan Pemda Bersatu Hadapi Banjir Bekasi, Negara Hadir di Tengah Derita Warga

Namun realita di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Pada banjir terakhir yang terjadi Sabtu 24 Januari 2026, ketinggian air bahkan sempat mencapai hampir dua meter dan merendam ratusan rumah warga.

“Dari awal beli rumah, kita dijanjikan bebas banjir. Tapi kenyataannya, sudah lima kali kejadian seperti ini,” ujar Doni.

Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan air memang mulai surut pada Minggu 25 Januari 2026.

Baca Juga: Brimob dan Pemda Bersatu Hadapi Banjir Bekasi, Negara Hadir di Tengah Derita Warga

Namun banjir yang berulang membuat warga mempertanyakan kesiapan sistem drainase, tanggul, serta posisi perumahan yang berada dekat aliran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL).

Dalam sepekan terakhir, banjir bahkan terjadi dua kali berturut-turut, memperkuat indikasi adanya persoalan mendasar dalam perencanaan kawasan.

Doni menilai, persoalan ini tidak bisa hanya dilihat sebagai dampak cuaca ekstrem semata.

Baca Juga: Pencinta Sate Wajib Tahu, 5 Sate Kambing Paling Melegenda di Jakarta

Menurutnya, tata ruang yang tidak mempertimbangkan kapasitas lingkungan dan aliran air menjadi faktor utama yang memperparah banjir.

“Tanggul di sini tipis, pagar pembatas juga jebol. Aliran air dari perumahan sekitar semuanya ke sini. Artinya, perencanaannya memang bermasalah,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa pada kejadian banjir sebelumnya, BPBD Kabupaten Bekasi sempat menyarankan pembuatan sodetan agar aliran air tidak sepenuhnya bermuara ke Nebraska Terrace.

Namun hingga kini, solusi teknis tersebut belum terealisasi.

“Kalau tata ruangnya benar sejak awal, mungkin sodetan dan penguatan tanggul sudah jadi dari dulu,” ucap Doni.

Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap Masalah Lahan Menjadi Kendala Penanganan Banjir Bekasi

Akibat banjir ini, sekitar 800 unit rumah terendam dan kurang lebih 400 kepala keluarga terpaksa mengungsi.

Warga perumahan subsidi yang seharusnya mendapat hunian layak justru dihadapkan pada risiko banjir berulang.

Kondisi ini mempertegas pentingnya evaluasi kebijakan pembangunan perumahan, khususnya terkait izin lokasi, kajian lingkungan, dan integrasi dengan sistem pengendalian banjir wilayah.

Baca Juga: Dari Bekasi ke Jakarta Barat, Banjir Tunjukkan Masalah Hulu–Hilir Jabodetabek

Doni berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang kawasan.

“Kami butuh solusi permanen. Jangan sampai perumahan baru terus dibangun, tapi risikonya ditanggung warga,” tegasnya.

Banjir di Nebraska Terrace menjadi cermin bahwa pembangunan hunian tanpa perencanaan tata ruang yang matang berpotensi melahirkan krisis baru di masa depan.***