BEKASI.POJOKSATU.ID - Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, khususnya sektor perbankan, guna memperluas cakupan kepesertaan sekaligus mengoptimalkan manfaat program bagi peserta.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang, Muhyiddin Dj, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan yang berkelanjutan. Menurutnya, pelayanan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak.
“Hari ini di bulan baik ini kami mengundang mitra kita dari perbankan yang selama menjadi stakeholder kami untuk silaturahmi sekaligus merumuskan konsep kemitraan kerja. Barusan alhamdulillah hadir dari Bank Mandiri, BRI, BTN, BJB, BSI,” ujarnya di Cikarang, belum lama ini.
Baca Juga: Pengamanan Lebaran Berjalan Lancar, Teknologi Jadi Kunci Sukses Operasi Ketupat Jaya
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut difokuskan untuk mengoptimalkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) melalui jalur perbankan, terutama bagi BTN dan BJB yang ditunjuk sebagai mitra resmi program tersebut. Sepanjang 2025, tercatat 38 peserta BPJS Ketenagakerjaan berhasil mendapatkan akses MLT melalui rekomendasi perbankan.
“Tahun 2026 kita mencoba supaya angkanya lebih besar dari tahun kemarin. Mudah-mudahan kita bisa dapat 50-100 nasabah tahun ini,” kata Indhy, sapaan akrabnya.
Selain itu, kerja sama dengan perbankan seperti Bank Mandiri, BRI, dan BSI juga diarahkan untuk memperkuat integrasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan regulasi pemerintah yang mendorong setiap penerima KUR turut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Genjot Kepesertaan Pekerja Informal lewat Diskon Iuran
“Nah itu yang kita bicarakan efektivitasnya ke depan agar sedapat mungkin semua pengajuan KUR sudah melekat perlindungannya. Itu yang sama-sama kita reminder, bagaimana pola teknisnya, apa hambatannya, kendalanya di teman-teman perbankan seperti apa dan kita berusaha menemukan solusinya,” jelasnya.
Indhy mengakui, dalam implementasinya terdapat sejumlah tantangan, salah satunya terkait proses verifikasi perbankan yang memengaruhi persetujuan pembiayaan bagi peserta.
“Tapi balik lagi, potensi kita itu terhambatnya di slip nasabah karena kita balikin prosesnya menjadi proses perbankan. Ini yang menjadi tantangan kita selain kondisi perekonomian saat ini,” ucapnya.
Di sisi lain, ia melihat peluang besar dari pesatnya pembangunan kawasan hunian di Kabupaten Bekasi. Pertumbuhan sektor properti dinilai dapat mendorong peningkatan pemanfaatan program MLT oleh masyarakat.
“Kalau groundbreaking perumahan itu justru bukan tantangan melainkan peluang karena ada potensi orang akan mengajukan pembiayaan melalui mekanisme MLT. Semakin banyak area yang dikembangkan oleh developer itu semakin besar potensi MLT terserap,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Dukung Raperda Perlindungan Guru, Asep: Perkuat Kualitas Pendidikan
Sementara itu, Branch Manager Bank Mandiri Cabang Cikarang Jababeka, Ulul Azmi, menyatakan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan manfaat nyata bagi nasabah, terutama pelaku usaha mikro dan kecil.
“Kalau untuk program, kita di Mandiri juga sudah merasa full manfaatnya. BPJS Ketenagakerjaan pun sangat support untuk nasabah-nasabah kita yang mikro, pelaku usaha-usaha kecil itu juga kita komunikasikan, termasuk saat menghadapi kendala, pasti kita sharing dengan mereka,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara perbankan dan BPJS Ketenagakerjaan selama ini telah berjalan baik dan diharapkan terus meningkat ke depan.
“Sejauh ini sinergi kami sudah sangat baik, komunikasi juga sudah bagus. Semoga kita bisa terus saling support aja ke depan, makin tambah oke, Mandiri lebih oke, BPJS Tenaga Kerja juga semakin oke,” pungkasnya.***




