BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Disperkimtan menyiapkan pembangunan 306 unit rumah tidak layak huni atau disingkat Rutilahu pada tahun anggaran 2026.

Program ini menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih layak, sehat, dan aman.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp40 juta per unit rumah.

Baca Juga: 72 Drainase Lingkungan Dibangun 2026, Disperkimtan Bekasi Targetkan Tekan Risiko Banjir Permukiman

Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan perbaikan rumah warga yang selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan.

“Untuk program Rutilahu, rencana kegiatan pembangunan sebanyak 306 unit. Penerima manfaat direncanakan mendapat bantuan sebesar Rp40 juta per unit,” ujar Nurchaidir, di Bekasi, Selasa 3 Maret 2026.

Ia menegaskan, program Rutilahu bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Gejolak Timur Tengah Mengguncang, Industri Umroh Pantau Risiko dan Jalur Penerbangan

Rumah yang layak huni dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas hidup keluarga, termasuk mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak.

Sebaran 306 unit Rutilahu tersebut mencakup sejumlah kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan data Disperkimtan, Kecamatan Pebayuran dan Karang Bahagia menjadi wilayah dengan alokasi cukup besar, masing-masing 52 dan 51 unit.

Baca Juga: LPCK Capai Target Marketing Sales FY25 Rp1,65 Triliun, Pendapatan Tumbuh Signifikan

Cikarang Pusat dan Cikarang Utara juga termasuk wilayah dengan jumlah penerima signifikan.

Menurut Nurchaidir, penentuan lokasi penerima manfaat dilakukan berdasarkan verifikasi dan pendataan yang mempertimbangkan kondisi rumah serta tingkat kebutuhan warga.

Pemerintah daerah ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Program Rutilahu 2026 diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi ratusan keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi atap bocor, dinding rapuh, lantai tanah, atau struktur bangunan yang tidak aman.

Dengan perbaikan yang dilakukan, hunian warga diharapkan menjadi lebih sehat dan nyaman untuk ditempati.

Baca Juga: Pasar Properti Premium Menggeliat, Summarecon Bekasi Percaya Diri Jual 30 Unit Soultan Island

“Kami berharap kegiatan ini bisa terrealisasi secara tepat waktu, tidak ada kendala, dan tidak ada halangan dalam prosesnya. Saat ini kami masih berproses dalam rangka percepatan pembangunan,” kata Nurchaidir.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan memelihara rumah yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah unit yang dibangun, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya.

Baca Juga: MWT dan Safari Ramadhan, Strategi Pertamina Regional JBB Jaga Energi Tetap Aman Selama Lebaran 2026

“Kami mohon kepada warga, mari kita jaga sama-sama dan pelihara bersama pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan cara menjaga dan merawat apa-apa yang sudah kita laksanakan,” tandasnya.

Dengan alokasi 306 unit Rutilahu dan bantuan Rp40 juta per rumah, Pemkab Bekasi berharap kesenjangan kualitas hunian di wilayahnya dapat terus ditekan.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berpihak pada masyarakat kecil serta memperkuat fondasi kesejahteraan warga dari sektor perumahan.***