BEKASI.POJOKSATU.id - Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Ibnuh Hajar, menyoroti penanganan banjir yang kerap melanda wilayahnya, khususnya di Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan. Ia menekankan perlunya solusi jangka panjang yang fokus pada perbaikan infrastruktur air.

"Kami di legislatif akan membahas secara mendalam mengenai penanganan banjir di Dapil V. Kami telah mengidentifikasi sumber dan permasalahan banjir ini," ujar Ibnuh Hajar.

Ibnuh menjelaskan salah satu faktor utama penyebab banjir di wilayahnya adalah rob, mengingat Dapil V memiliki wilayah pesisir.

Baca Juga: Drainase Jadi Masalah Utama Banjir di Desa Huripjaya, Pemerintah Belum Respons

"Selain kiriman air dari hulu dan hujan deras, rob juga menjadi faktor yang memperparah banjir hingga meluap ke tiga kecamatan," jelas dia.

Solusi yang ditawarkan Ibnuh adalah fokus pada perbaikan infrastruktur air, terutama irigasi. Ia menilai Kali Bekasi saat ini sudah tidak memadai untuk menampung kiriman air dari Cikeas dan Cileungsi.

"Kali Bekasi perlu dilebarkan dan dibangun saluran pembuangan baru. Pemerintah harus berani menganggarkan proyek-proyek besar seperti pembangunan Kanal Timur," kata dia.

Baca Juga: Desa Huripjaya Sudah Terendam Banjir Sejak 3 Bulan Terakhir

Selain itu, Ibnuh juga menyoroti pentingnya memaksimalkan fungsi CBL (Cikarang Bekasi Laut) dan mengatasi pendangkalan di wilayah pantai.

"Saluran-saluran air di masyarakat, seperti DA1 dan DA2, juga perlu dinormalisasi dan dibangun tanggul yang memadai," kata dia.

Ibnuh juga menyinggung dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman yang mengurangi resapan air. Ia menilai anggaran miliaran rupiah yang selama ini digelontorkan untuk penanggulangan banjir belum maksimal karena bersifat sementara.

"Saya lebih fokus pada pembenahan infrastruktur air. Selama saluran-saluran pembuangan tidak dibenahi, kita akan terus dihadapkan pada persoalan banjir," kata dia.

Ia menekankan perlunya sinergi antara pengidentifikasian masalah di lapangan dengan pembahasan di tingkat eksekutif.

"Eksekutif juga harus berani mengungkapkan kondisi yang sebenarnya," ujar dia.

Ibnuh mengungkapkan Dapil V menjadi hilir dari semua daerah aliran sungai di Kabupaten Bekasi.

"Semua pembuangan air bermuara di Dapil V. Oleh karena itu, kami meminta agar semua saluran pembuangan yang mengarah ke laut dibenahi," kata dia memungkas.***