BEKASI.POJOKSATU.ID - Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi menjelang akhir Februari 2026.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi per 22 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung terjadi di sejumlah wilayah dengan dampak yang cukup luas.
Empat desa tercatat terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.
Desa Hurip Jaya, Desa Muarabakti, Desa Kedung Pengawas, dan Desa Buni Bakti menjadi wilayah yang paling terdampak genangan.
Air merendam permukiman warga serta sejumlah fasilitas lingkungan.
Ketinggian air yang berbeda di tiap desa dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kondisi drainase setempat.
Baca Juga: Proyek Pengendali Banjir Tersendat Lahan, Pemkot Bekasi Akui Pembebasan Jadi Kendala Utama
Di beberapa titik, genangan air masih bertahan hingga berjam-jam setelah hujan reda.
Puluhan kepala keluarga terdampak akibat rumah mereka terendam air.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian.
Baca Juga: Proyek Galian Tanpa Izin, Tri Adhianto Minta Pengawasan Wilayah Diperketat
Belasan hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam air.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi produktivitas hasil panen warga, khususnya petani yang menggantungkan penghasilan dari lahan tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyampaikan bahwa pendataan terus dilakukan untuk memastikan jumlah warga dan luas wilayah terdampak secara akurat.
“Pendataan masih terus kami lakukan di lapangan agar seluruh warga terdampak bisa terdata dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selain banjir, beberapa titik juga dilaporkan mengalami dampak angin puting beliung dan tanah longsor, meski skalanya tidak sebesar genangan air di empat desa tersebut.
Baca Juga: Tri Adhianto Hentikan Proyek Galian Kabel Optik di Kaliabang Tengah
Tim gabungan telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta memastikan kondisi warga tetap aman.
BPBD bersama TNI, Polri, Dinas Sosial, Baznas, PMI, serta relawan kebencanaan lainnya telah melakukan langkah cepat berupa evakuasi, pendirian titik pengungsian, dan distribusi bantuan logistik.
Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, serta perlengkapan darurat lainnya.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Harap Logo HUT ke-29 Jadi Simbol Semangat Pembangunan dan Kesejahteraan
“Bantuan logistik sudah kami distribusikan ke desa-desa terdampak. Prioritas utama adalah keselamatan warga dan kebutuhan dasar mereka,” kata Dodi.
Pemetaan wilayah terdampak ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk percepatan pemulihan infrastruktur lingkungan serta lahan pertanian yang rusak.
Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.
Baca Juga: Link Download Logo HUT ke-29 Kota Bekasi
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan genangan untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.
Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan guna mempercepat proses evakuasi maupun penyaluran bantuan.
Data terbaru ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi wilayah terdampak.
Sekaligus menjadi acuan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.***




