BEKASI.POJOKSATU.id - Program Sekolah Rakyat mulai memberikan harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Perubahan itu terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan, bahkan sempat putus sekolah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga membangun karakter dan memulihkan kepercayaan diri anak.
“Padahal, hampir seluruh siswa Sekolah Rakyat datang dari keluarga dengan berbagai keterbatasan. Ada yang sebelumnya putus sekolah, ada yang kehilangan kepercayaan diri, bahkan ada yang hampir kehilangan harapan,” kata Gus Ipul saat membuka open house satu tahun Sekolah Rakyat di SRMA 13 Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).
“Tetapi hari ini kita menyaksikan perubahan,” ujarnya.
Kegiatan open house tersebut digelar serentak di 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Masyarakat diajak melihat langsung kegiatan pembelajaran, fasilitas pendidikan, serta perkembangan kemampuan para siswa.
Gus Ipul mengatakan, sejak diluncurkan pada 2025, program Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 44.000 anak yang tersebar di 34 provinsi.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mengintegrasikan rehabilitasi sosial untuk membantu siswa mengembangkan potensi diri.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan memiliki karakter yang kuat, kepercayaan diri, serta kesempatan untuk meraih cita-cita meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Dalam kegiatan di Bekasi, para siswa menunjukkan kemampuan melalui sejumlah pertunjukan, mulai dari tarian Nusantara, seni bela diri silat, paduan suara, pidato dalam empat bahasa asing, hingga pembacaan puisi.
Para siswa juga memamerkan hasil karya, di antaranya kerajinan berbahan daur ulang, produk sabun, robotik smart home, miniatur kapal pemadam kebakaran, dan telur asin.
Gus Ipul menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran perubahan yang mulai terlihat pada siswa Sekolah Rakyat.
Namun, ia mengakui penyelenggaraan program itu masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diperbaiki.
Karena itu, Kemensos mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga untuk terlibat dalam mendukung serta mengawasi pelaksanaan program.
“Keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian semua,” ujarnya.
Ia berharap dukungan masyarakat dapat membantu memastikan siswa memperoleh pendidikan dan pendampingan yang baik, sekaligus mengantisipasi berbagai risiko dalam penyelenggaraan program.
Gus Ipul menegaskan, perjalanan Sekolah Rakyat masih panjang. Pemerintah membutuhkan masukan dan pengawasan agar program tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menutup sambutannya, Gus Ipul menyampaikan pesan tentang pentingnya membuka kesempatan bagi anak-anak untuk memiliki cita-cita dan memperjuangkan masa depan mereka.
“Dulu mereka hanya berani bermimpi. Kini mereka berani mengejar dan meraihnya sendiri,” katanya.





