BEKASI, BOJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk menyatukan langkah serta tidak berjalan sendiri-sendiri dalam mengatasi ancaman banjir tahunan. Sinergi lintas daerah ini mendesak dilakukan menyusul maraknya penyempitan alur sungai yang memicu sumbatan air hingga merendam kawasan permukiman warga.
Dedi menyoroti adanya ketimpangan fisik kondisi sungai di kedua wilayah. Aliran sungai di wilayah Kota Bekasi dinilai relatif lebih lebar dan tertata, namun aliran air mendadak tertahan saat memasuki wilayah Kabupaten Bekasi akibat penyempitan alur (bottleneck).
"Walaupun dari kotanya alirannya sudah relatif besar, tapi kalau di kabupatennya masih menyempit, akan menjadi problem. Ini akan kami selesaikan secara bersama," tegas Dedi, Selasa, 27 Oktober 2026.
"Hujan sudah mulai turun dan saatnya kita melakukan pembenahan agar saluran-saluran air yang menjadi tempat air berjalan tertangani secara bersama antara pemerintah dan masyarakat," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi turut memberikan apresiasi kepada Penjabat Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang telah memulai pengerjaan fisik normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Pemprov Jabar memastikan akan mengawal penataan sungai ini secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar penanganan banjir berjalan optimal.





