BEKASI, POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat memetakan dan mempersiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lokal untuk mengisi peluang kerja dalam proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara langsung melakukan penjajakan ke sejumlah SMK guna menjaring calon tenaga kerja yang memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai kebutuhan teknis operasional fasilitas tersebut.

“Bagi Pemkot Bekasi, langkah ini merupakan bagian dari upaya membuka akses kerja bagi putra-putri daerah agar dapat mengambil peran di proyek-proyek strategis di Kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto, Rabu, 7 September 2026.

Tri menjelaskan, pemetaan potensi SDM ini diprioritaskan bagi para siswa dari jurusan teknik elektro, teknik mesin, serta kejuruan relevan lainnya. Para kandidat yang lolos tahapan seleksi administrasi serta kualifikasi kesehatan jasmani dan rohani nantinya akan mendapatkan pelatihan intensif selama delapan bulan di PT Wangneng, Tiongkok.

Penyiapan kompetensi sejak dini dianggap sangat krusial agar putra-putri daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan infrastruktur di wilayahnya sendiri.

“Jangan sampai anak-anak kami hanya menjadi penonton ketika pembangunan berlangsung di daerahnya sendiri. Kalau ada proyek strategis yang hadir di Kota Bekasi, anak-anak Bekasi harus punya kesempatan untuk ikut mengambil peran,” tegas Tri.

Melalui sinergi antara kebutuhan industri dan kualifikasi tenaga kerja lokal ini, Pemkot Bekasi optimistis proyek PSEL Bantargebang dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi penyerapan tenaga kerja di Kota Bekasi.