BEKASI.POJOKSATU.id - Pondok pesantren Dar Et Tauhid di Bekasi yang kini menjadi sorotan menyusul kasus dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati ternyata telah berkembang sebagai lembaga pendidikan sejak puluhan tahun lalu.
Diketahui bahwa pelecehan seksual terhadap para santriwati dilakukan oleh pimpinan ponpes tersebut bernama Muhammad hifzhi hazzhami.
Berdasarkan keterangan seorang warga berinisial N, cikal bakal lembaga pendidikan tersebut bermula dari Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang telah berdiri sejak 1990-an.
Sementara itu, pondok pesantren diperkirakan mulai berdiri pada awal 2000-an. Seiring berjalannya waktu, lembaga pendidikan tersebut terus berkembang dengan menyediakan sejumlah jenjang pendidikan formal.
“Awalnya dari TPA dan namanya tetap sama sampai sekarang,” kata N saat diwawancarai, Senin 12 Oktober 2026.
Menurut N, perkembangan lembaga pendidikan itu terlihat dari tersedianya berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Selain pendidikan formal, lembaga tersebut juga menyelenggarakan pendidikan pondok pesantren bagi para santri.
“Untuk jenjang pendidikan yang ada, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan pondok pesantren,” ujarnya.



