BEKASI.POJOKSATU.id - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengajukan usulan pembangunan dua jalan layang (flyover) baru di sepanjang Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi. Langkah ini ditujukan untuk mengurai simpul kemacetan lalu lintas akibat tingginya mobilitas armada truk pengangkut sampah milik Pemprov DKI Jakarta menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Adapun dua titik strategis yang diusulkan untuk dibangun flyover meliputi Simpang Kemang Pratama dan Simpang Pasar Bantargebang.
Tri menjelaskan bahwa keberadaan jalur layang tersebut memegang peranan krusial dalam menunjang efisiensi operasional. Selain meminimalkan kemacetan warga lokal, kelancaran arus lalu lintas juga diyakini mampu menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) armada pengangkut secara signifikan, sebagaimana keberhasilan flyover Rawa Panjang yang telah beroperasi sebelumnya.
"Misalnya flyover di Rawa Panjang, itu juga karena di dalam rangka untuk distribusi agar sampah, pergerakan sampah dari DKI tidak ada hambatan di jalan," ujar Tri, Kamis, 29 Oktober 2026.
Meski usulan ini belum tercantum secara tertulis dalam Nota Kesepahaman (MoU) perpanjangan kerja sama TPST Bantargebang periode 2026-2031, Tri berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mempertimbangkannya sesuai kondisi fiskal daerah sebagai bentuk kompensasi infrastruktur berkeadilan bagi Kota Bekasi.
Sebagaimana diketahui, dalam PKS TPST Bantargebang terbaru, Pemprov DKI Jakarta menyepakati dana kompensasi sebesar Rp362 miliar untuk 5 tahun ke depan. Dana tersebut dialokasikan untuk bantuan sosial warga, pemulihan lingkungan, sarana kesehatan, hingga pengembangan teknologi pengolahan sampah modern seperti Refuse-Derived Fuel (RDF) dan insinerator.



