BEKASI.POJOKSATU.ID - Puncak arus balik Lebaran 2026 mencatat lonjakan signifikan dengan jumlah kendaraan mencapai 256.338 unit dalam satu hari.

Angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup tajam.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan data tersebut berdasarkan hasil pemantauan di Jasamarga Tollroad Command Centre Jatiasih, Bekasi.

Ia menyebut lonjakan tertinggi terjadi pada malam hari saat puncak arus balik.

Baca Juga: Warga Membludak Kembali ke Bekasi Usai Mudik, Ancaman Penyakit Menular Ikut Mengintai

“Puncak arus balik terjadi pada malam sebelumnya dengan jumlah mencapai 256.338 kendaraan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Listyo, Rabu 25 Maret 2026.

Secara kumulatif, hingga Rabu siang, jumlah kendaraan yang telah kembali ke Jakarta mencapai sekitar 2,04 juta unit.

Data tersebut terdiri dari 1.958.838 kendaraan hingga malam sebelumnya, kemudian bertambah sekitar 82 ribu kendaraan pada siang hari.

“Per tadi malam ada 1.958.838 kendaraan yang masuk, kemudian tadi siang bertambah sekitar 82 ribu, sehingga total kurang lebih 2.040.000 kendaraan sudah masuk Jakarta,” jelasnya.

Baca Juga: Orientasi PPPK Bekasi Digelar Daring 18 Hari, Gunakan MOOC hingga Evaluasi Ketat

Meski demikian, arus balik belum sepenuhnya selesai. Dari total sekitar 2,5 juta kendaraan yang keluar Jakarta saat mudik, masih tersisa lebih dari 500 ribu kendaraan yang belum kembali.

Hal ini menunjukkan potensi kepadatan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kepolisian bersama pihak terkait terus menyesuaikan rekayasa lalu lintas secara dinamis.

Berbagai skema seperti contraflow dan sistem one way diberlakukan sesuai kondisi di lapangan.

“Saat ini one way nasional mulai kita ubah menjadi one way sepenggal, menyesuaikan dengan kondisi volume kendaraan,” kata Listyo.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menilai pengendalian lalu lintas selama arus mudik dan balik tahun ini berjalan cukup efektif.

Ia menyebut lonjakan kendaraan masih dapat dikelola berkat koordinasi antara berbagai pihak.

Baca Juga: Balik Lebaran Diguyur Hujan, Pemudik Padati Jalur Pantura hingga Tersendat

“Pengendalian rekayasa lalu lintas yang dilakukan bersama kepolisian cukup membantu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan di puncak arus balik.

Dengan perencanaan yang baik, diharapkan arus kendaraan dapat lebih merata dan tidak terpusat pada waktu tertentu.***