BEKASI.POJOKSATU.ID - Pengoperasian kapal pembersih sungai Sea Hamster 2.0 di Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kecamatan Sukawangi, menjadi simbol nyata kerja sama internasional dalam menghadapi persoalan lingkungan global.
Kapal bertenaga surya yang berasal dari Jerman tersebut hadir sebagai bentuk diplomasi lingkungan sekaligus tanggung jawab bersama untuk menekan pencemaran laut akibat sampah sungai.
Sea Hamster 2.0 merupakan hasil kolaborasi lintas negara antara perusahaan logistik deugro, organisasi lingkungan internasional One Earth–One Ocean (OEOO), Waste4Change, serta Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup.
Baca Juga: Rekayasa Cuaca Jadi Tameng Darurat, Bekasi Terbantu Hadapi Hujan Ekstrem
Kolaborasi ini berangkat dari kesadaran bahwa persoalan sampah, khususnya yang bermuara ke laut, tidak lagi bisa ditangani secara lokal semata.
CEO dan Founder Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano, menegaskan bahwa kehadiran kapal ini sangat penting di tengah rendahnya tingkat pengelolaan sampah di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, hingga akhir 2025 Indonesia baru mampu mengelola sekitar 20 hingga 22 persen sampah yang dihasilkan.
Baca Juga: Satu Kapal Tak Cukup, Bekasi Butuh 10 Armada untuk Hentikan Sampah ke Laut
“Kapal ini dapat beroperasi bolak-balik. Dalam satu kali pengangkutan, kapasitasnya sekitar 100 hingga 200 kilogram sampah,” kata Junerosano, Rabu 28 Januari 2026.
Ia menambahkan, kapal tersebut berfungsi menghalangi aliran sampah di sungai sebelum akhirnya mencemari laut, kemudian mengangkutnya ke darat untuk dipilah dan diolah.
Dari pihak mitra internasional, Country Manager Deugro Indonesia, Safianti, menyatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek ini merupakan bentuk tanggung jawab global terhadap lingkungan di Indonesia.
Baca Juga: Pascabanjir Cikarang Utara, Desa dan Kecamatan Bergerak Cepat Bersihkan Kali Ulu
Menurutnya, persoalan sampah laut merupakan isu lintas batas yang memerlukan peran aktif dunia usaha dan komunitas internasional.
“Kami harapkan investasi dan perencanaan di sini berguna untuk masa depan serta pendidikan generasi muda Indonesia ke depannya,” ujar Safianti.
Ia menekankan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada dampak jangka pendek berupa sungai yang lebih bersih, tetapi juga edukasi jangka panjang bagi masyarakat.
Di lokasi operasional, telah disiapkan kantor kontainer yang berfungsi sebagai pusat kontrol sekaligus sarana edukasi lingkungan, terutama bagi anak-anak.
Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Baca Juga: 14.687 Warga DKI Jakarta Hijrah ke Kota Bekasi
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Ani Gustini, menyebut bantuan kapal dari Jerman ini sangat membantu pemerintah daerah.
“Ini merupakan pertama kalinya Pemkab Bekasi mendapatkan bantuan Kapal Sea Hamster penjaring sampah sungai dari Jerman, bantuan ini sangat membantu upaya kami dalam mencegah sampah agar tidak mengalir ke laut,” ujarnya.
Melalui kerja sama lintas negara ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap semakin banyak pihak internasional dan nasional tergerak untuk berkolaborasi menjaga sungai dan laut Indonesia dari ancaman sampah.***




