BEKASI TIMUR, BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah pusat resmi mempercepat pengerjaan infrastruktur flyover di kawasan Bulak Kapal, Kota Bekasi. Langkah krusial ini diambil guna menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus mengurai simpul kemacetan yang kerap melumpuhkan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Percepatan proyek ini menjadi sorotan utama usai insiden maut kecelakaan kereta api di dekat kawasan Stasiun Bekasi Timur yang menelan korban jiwa hingga 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga lainnya luka-luka.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa tingginya frekuensi pergerakan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas setiap lima menit sekali memerlukan pemisahan alur lalu lintas darat secara permanen.

"Kita melihat bahwa KRL melintas lima menit sekali, jadi ini dapat membahayakan masyarakat yang melintas di jalur tersebut," ujar AHY kepada awak media, Jumat, 30 Oktober 2026.

AHY menegaskan bahwa penataan akses perlintasan di Bulak Kapal tidak hanya mendesak dari sisi keselamatan jiwa, tetapi juga menjadi simpul vital mobilitas harian dan konektivitas ekonomi warga Kota Bekasi.

"Dengan dibangunnya flyover diharapkan mempersingkat waktu perjalanan masyarakat dan juga mencegah terjadinya kecelakaan," tegas AHY.

Pemerintah menargetkan percepatan flyover Bulak Kapal ini dapat meminimalkan potensi bahaya perlintasan sebidang, memperlancar alur transportasi perkotaan, serta memberikan jaminan keamanan menyeluruh bagi para pengguna jalan di Kota Bekasi.