BEKASI.POJOKSATU.id - Pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, membutuhkan anggaran sekitar Rp 314 miliar yang terdiri atas biaya pembebasan lahan dan konstruksi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, anggaran pembebasan lahan mencapai Rp 126 miliar, sedangkan biaya konstruksi sebesar Rp 188 miliar.

"Biaya yang sudah dialokasikan untuk pembebasan lahan ini tanggung jawab dari Pak Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi itu kurang lebih Rp 126 miliar," kata AHY, Jumat (30/10/2026).

AHY menjelaskan, flyover tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 500 meter dengan jalan pendekat atau oprit sepanjang kurang lebih 80 meter.

Menurut dia, perencanaan konstruksi harus memperhatikan standar keselamatan perjalanan kereta api, mengingat lokasi pembangunan berdekatan dengan jalur rel dan jaringan listrik aliran atas.

"Ketinggian clearance yang aman bagi KAI adalah sekitar 7,5 meter karena nanti ada tegangan listrik dan segala perlengkapan yang memang harus disiapkan ruang amannya. Baru ditambah 2 meter lagi untuk flyover yang akan dibangun pada saatnya," ujarnya.

Dia mengatakan, dimensi dan desain flyover disesuaikan dengan spesifikasi keselamatan yang ditetapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pembangunan Flyover Bulak Kapal diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mendukung kelancaran arus lalu lintas di kawasan Bekasi Timur.