BEKASi.POJOKSATU.ID - Pemerintah kembali menyiapkan strategi berlapis untuk mengantisipasi kemacetan tahunan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Melalui Surat Keputusan Bersama yang ditetapkan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Korlantas Polri, sejumlah rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way), contra flow, hingga ganjil genap akan diberlakukan di titik-titik rawan kepadatan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa pengaturan ini bukan kebijakan baru, melainkan langkah strategis yang telah teruji dalam beberapa tahun terakhir untuk meredam lonjakan volume kendaraan.
Baca Juga: Edukasi Kebakaran hingga Flying Fox Meriahkan CFD Bekasi, Disdamkarmat Ajak Warga Siaga Bencana
“Adanya pengaturan ini bukanlah hal yang baru. Ini perlu dilakukan agar dapat mengurai kepadatan dan menciptakan kelancaran arus lalu lintas sehingga semua pemudik merasakan kenyamanan dan keamanan serta mengutamakan aspek keselamatan,” ujarnya.
Titik rawan kemacetan klasik seperti ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Semarang-Solo kembali menjadi perhatian utama.
Sistem one way saat arus mudik akan diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo.
Baca Juga: Pasar Harus Selesai Sebelum Jam Kerja Dimulai, Dishub Pastikan Jalan Kapten Sumantri Kembali Normal
Skema serupa juga diterapkan saat arus balik dengan arah sebaliknya.
Dalam pelaksanaannya, seluruh gerbang tol menuju arah Jakarta akan ditutup sementara saat one way arus mudik.
Sebaliknya, saat arus balik, gerbang menuju arah Semarang yang akan ditutup.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan arus kendaraan mengalir tanpa hambatan dari kendaraan yang masuk di tengah jalur.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan tahapan pembersihan jalur dan rest area sebelum skema satu arah dimulai.
Penutupan sementara akses masuk dan sterilisasi jalur dilakukan beberapa jam sebelumnya guna memastikan jalur benar-benar siap dilalui tanpa hambatan.
Selain one way, contra flow akan diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek dan Jagorawi pada jam-jam padat.
Skema ini memungkinkan sebagian lajur berlawanan arah difungsikan untuk menambah kapasitas kendaraan menuju arah dominan arus mudik atau balik.
Baca Juga: Bekasi Masuk 4 Daerah Pertama PLTSa Nasional, Siap Jadi Pelopor Sampah Jadi Energi di Indonesia
Sistem ganjil genap pun tetap diberlakukan di sejumlah ruas tol strategis, termasuk Karawang Barat hingga Kalikangkung dan Tol Tangerang-Merak.
Langkah ini bertujuan mengendalikan distribusi kendaraan agar tidak menumpuk dalam waktu bersamaan.
Korlantas Polri juga diberi ruang untuk menerapkan manajemen operasional secara fleksibel di lapangan.
Baca Juga: Parkir Naik ke Trotoar, Dishub Pastikan Pejalan Kaki Tetap Aman Usai Relokasi Pasar Kapten Sumantri
Jika terjadi lonjakan kendaraan di luar prediksi, aparat kepolisian dapat melakukan diskresi sesuai kondisi aktual.
Dengan kombinasi rekayasa lalu lintas berlapis, penutupan gerbang tol strategis, pembersihan jalur, serta fleksibilitas aparat di lapangan.
Pemerintah berharap kemacetan ekstrem yang kerap terjadi setiap musim mudik dapat ditekan secara signifikan, sehingga perjalanan masyarakat menuju kampung halaman berlangsung lebih aman dan lancar.***




